MILZERU – Film pahlawan super pertama asli Indonesia telah hadir di layar lebar. Dengan judul Gundala dan tagline Negeri Ini Butuh Patriot, film garapan Joko Anwar ini menjadi awalan yang bagus sebagai pembuka Bumilangit Cinematic Universe (BCU).

Gundala menjadi film pertama dari rentetan film pahlawan super Indonesia di bioskop. Film yang dibintangi Abimana Aryasatya sebagai Gundala ini tayang pertamanya lebih untuk membangun cerita dan karakter Gundala dan awal dari sekuel Bumilangit.

Gundala di film ini tampil dengan sederhana dan baju tempur masih buatan sendiri yang ala kadarnya, mengingatkan kita kepada Spiderman-nya Tobey Maguire yang harus belajar mengontrol kekuatannya.

Sejak kecil Sancaka (Muzaki Ramdhan) hidup kekurangan. Ayahnya (Rio Dewanto) buruh pabrik, sementara ibunya (Marissa Anita) tidak bekerja. Sancaka kecil pun menjadi yatim ketika ayahnya meninggal saat berlangsung demonstrasi di pabrik.
Sancaka kemudian tinggal di jalanan dan belajar menjalani hidup yang keras. Tak ayal Sancaka dewasa (Abimana Aryasatya) menjadi tahan banting dan piawai bela diri. Berkat belajar hidup yang keras, akhirnya Sancaka hanya memikirkan diri sendiri.
Dari titik inilah kemudian awal mula bagaimana Gundala tercipta. Tepatnya saat Sancaka bekerja sebagai petugas keamanan di perusahaan percetakan dan tinggal di rumah petakan. Perlahan ia sadar memiliki kekuatan untuk bisa melawan berbagai kejahatan. Termasuk melawan Pengkor (Bront Palarae), seorang mafia kaya yang mengoordinir sekawanan penjahat untuk melakukan berbagai pekerjaan kotor.

Pengkor (Bront Palarae) memainkan peran yang cukup krusial. Sebagai penjahat, Pengkor nggak main-main dan dibangun sebagai sosok yang bengis dengan kekuatan nyaris nggak terkalahkan. Kehadiran Sri Asih di salah satu bagian menjadi plot twist yang mampu

Film ini punya set desain dengan sinematografi yang sangat baik. Era masa lalu dan masa kini dimainkan dengan baik. Perpaduan antara sinematografi dan set desain dari film ini sangat sempurna dan memanjakan mata, khusus di awal-awal film. Mulai dari pelabuhan, percetakan, pasar, rumah susun, semuanya dikemas dengan komplit.

 

Walaupun bumilangit terinspirasi dari marvell, yang dimana dibuktikan dengan adanya after credit setelah film nya namun film Gundala justru memiliki Setting film yang bertema dark, mirip nuansa di film-film DC, tapi tidak sekelam Batman The Dark Knight karya Christopher Nolan. Di film Gundala masih bisa kita jumpai guyonan-guyonan lucu yang menghibur, sama sekali tidak jayus, walaupun tokoh yang sedang bercanda ekspresinya datar.

 

Walaupun film ini banyk mengundang reaksi netizen karna menurut mereka seharusnya film ini masih dapat lebih bagus lagi, namun film yang menjadi gerbang pertama dari bumilangit universe ini patut diapresiasi. Cerita yang menarik serta konflik yang terjadi membuat film ini sangat layak untuk disaksikan.