MILZERU – Film horor berjudul “Kelam” telah rilis di bioskop-bioskop Indonesia sejak 24 Oktober 2019. Film ini dibintangi oleh Aura Kasih, Amanda Manoppo, Giselle Tambunan dan aktor pendukung lainnya. Kelam bercerita setelah 8 tahun kabur dari rumah, Nina yang diperankan Aura kasih dan mamanya, Dewi yang diperankan oleh Rina Hassim memiliki hubungan yang dingin.

Permasalahan besar menjadikan mereka tidak saling bertegur sapa. Namun, suatu kecelakaan yang menimpa sang ibu membuat Fenny sang adik yang diperankan Amanda Manopo memanggil Nina untuk pulang. Nina pulang dan hubungan keduanya berangsur membaik.

Saat itu Nina datang bersama anaknya Sasha yang diperankan Giselle Tambunan yang berusia tujuh tahun. Tiba-tiba Sasha tidak sadarkan diri karena mengalami kebocoran jantung dan memerlukan donor. Sasha mendapatkan donor dari anak lain bernama Tiara yang terlebih dulu meninggal dunia.

Sejak pengobatan itulah perilaku dan kebiasaan Sasha berubah. Banyak kejadian aneh yang terjadi di rumahnya, termasuk teror dari hantu anak kecil. Film besutan sutradara Erwin Arnada dan penulis naskah Fajar Umbara ini berdurasi 75 menit yang berada dalam naungan studio produksi Open Door Films.

Dimulai dengan adegan mimpi, film ini membuka jalan untuk mengetahui kisah selanjutnya. Kelam juga menampilkan adegan anak kecil yang bisa melihat dan berbicara dengan hantu, adegan seperti itu tampaknya sudah terlalu usang di film-film horor. Sayangnya, rasa takut yang seharusnya keluar setelah melihat adegan tersebut tidak dirasakan.

Durasi 75 menit dalam sebuah film tampaknya cukup singkat ditambah film “Kelam” ini juga memasukkan terlalu banyak masalah sehingga hubungan antar pemain kurang tergali dengan baik. Dialog yang diperbincangkan juga tampak seperti poin-poin baku, bukan percakapan natural antara manusia. Bukan hanya dialognya saja, para pemain juga tampak terlalu kaku saat berperan dalam karakternya masing-masing.

Pun dengan karakter si hantu yang digambarkan drama luarnya saja, penulis tampak tidak menyelami hal paling terdalam dari si hantu tersebut sehingga makna yang bisa diambil dari film ini tampak tidak ada. Kelam seperti kesatuan film yang belum jadi seutuhnya. Emosi kurang dirasakan dari setiap adegan. Namun, gak ada salahnya buat kamu untuk menilai sendiri film tersebut dengan menonton langsung di bioskop.