MILZERU – Perfilman Indonesia diramaikan dengan rilisnya salah satu film biografi seniman asal Makassar dengan judul “Ati Raja”. Mengisahkan mengenai seseorang bernama Ho Eng Dji, film ini telah rilis sejak Kamis 7 November 2019. Ho Eng Dji adalah seniman yang banyak menciptakan lagu daerah Sulawesi Selatan.

Ia adalah seorang Tionghoa peranakan yang lahir di Kassi Kebo tahun 1906 dan wafat pada 1960 di Makassar. Semasa hidupnya, ia bergaul secara harmonis dengan masyarakat Makassar. Kisah dalam filmnya menyajikan hubungan antar budaya dan kisah cinta yang sendu.

Semasa hidupnya, Ho Eng Dji menciptakan beberapa lagu populer diantaranya “Ati Raja, Sailong, Dendang-dendang, dan Amma Ciang”. Ia digambarkan sebagai pemuda yang memiliki paras tampan, mempunyai bakat musik namun selalu menggelisahkan sesuatu. Lebih dari separuh film, kita akan melihat kompleksitas hidup yang dialami Ho Eng Dji atau yang kerap disapa Babah Tjoi.

Dalam film “Ati Raja”, penonton diajak untuk menyelami kehidupan percintaan Babah Tjoi yang cukup rumit dan berantakan. Penderitaan semasa hidupnya berhasil menyayat hati penonton. Film yang disutradarai oleh Shaifuddin Bahrum ini berhasil membangun drama yang mempesona.

Apresiasi positif dari film “Ati Raja” ini adalah keberanian para sineas Makassar yang berani mengangkat tema mengenai budaya Makassar dalam sebuah film. Ati Raja juga termasuk film yang enak untuk dinikmati. Para pemain bermain dengan porsi yang pas serta nyawa film berhasil dibangun melalui setiap perannya masing-masing.

Sayangnya masih ada kekurangan yang tampak dari tampilan efek CGI. Saat penggambaran suasana peperangan, efek CGI yang disajikan kepada penonton tampak merusak keindahan film. Akan lebih baik jika tidak perlu memaksakan adegan perang karena tampilan yang masih kasar. Jika memang ingin memaksakan adegan perang dalam film sepertinya bisa disajikan dalam bentuk narasi atau catatan di akhir film.

Film “Ati Raja” ini dibintangi oleh Fajar Baharuddin, Jennifer Tungka, Stephani Andries, Chesya Tjoputra, Goenawan Monoharto, Zulkifli Gani Otto, Noufah A. Patajangi, Saenab Hasmar, Agung Iskandar, Gregorius, dan pemain pendukung lainnya. Film “Ati Raja” yang berdurasi 84 menit ini berada dalam naungan produksi Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar (P2TM).