MILZERU – Film adaptasi dari novel maupun WattPad tampaknya sedang populer di Indonesia. Pun dengan film terbaru berjudul Senior yang telah dirilis pada Kamis (21/11/2019). Senior merupakan novel bestseller karya Kata Kokoh yang telah dibaca oleh lebih dari 20 juta kali pembaca.

Diceritakan sosok Nakula adalah orang yang dingin pada siapapun karena peristiwa kelam yang ia alami. Meski begitu, ia merupakan siswa terpandai di sekolahnya dan menjadi OSIS. Memiliki jabatan yang cukup tinggi di sekolah mengharuskan dirinya menjadi ketua MOS pada tahun ajaran baru.

Kegiatan MOS pertama mempertemukan Nakula dengan siswi baru bernama Aluna, gadis cantik yang ceria namun keras kepala. Sifat Aluna mengingatkan Nakula kepada adik kembarannya, Sadewa. Hubungan yang berbeda tersebut perlahan mengubah Nakula untuk berdamai dengan masa lalu.

Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke Seville dengan mengajak Aluna. Di situasi tersebut, Nakula melihat situasi Sadewa dan bertemu dengan ayahnya. Sejak saat itu, hubungan Nakula dan Aluna semakin banyak rintangan, ditambah para sahabat Aluna yang tidak menyukai Nakula.

Film ini dibintangi oleh banyak bintang seperti Jerome Kurnia, Rebecca Klopper, Ariel JKT48, Abun Sungkar, Shandy William, Rizky Guntur, Alzio, Aida Nurmala, Karina Suwandi, Joe P Project, Iyang Darmawan, dan Miguel Salvador Peli. Dengan banyaknya para pemain yang bergabung, pembentukan karakter tidak dilakukan merata ke seluruh pemain. Karakter yang kuat hanya dimiliki oleh kedua tokoh utama yaitu Nakula dan Aluna yang menjadi pusat dari cerita tersebut.

Memiliki karakter yang kuat dalam film Senior, sayangnya sosok Aluna dan dialognya kurang menggambarkan karakter dirinya. Pola pikir serta bagaimana tampilan dirinya kurang sinkron dengan sosok Aluna sendiri.

Drama romansa antara perempuan dan laki-laki di lingkungan sekolah tampaknya sudah sering kita temukan di film-film. Sama halnya dengan film Senior. Bumbu-bumbu konflik dalam keluarga pun tak luput dari penceritaan. Sayangnya ada beberapa adegan yang proses pembuatannya cukup membingungkan.

Meski begitu, penonton masih bisa menemukan kelebihan dari film ini, loh. Setting tempat yang berada di Spanyol mampu memanjakan mata penonton. Pengambilan adegan dan proses editingnya cukup bisa diapresiasi positif oleh penonton.