MILZERU – Satu lagi film bertemakan Natal. Film ini berjudul Black Christmas. Namun, film ini berbeda dengan film Natal lainnya. Biasanya film bertema Natal lebih banyak bergenre drama, romantis, dan lebih menekankan pada cerita keluarga. Namun film Black Christmas ini, bergenre horor, misteri, thriller. Film yang mulai tayang pada 13 Desember 2019 ini merupakan hasil remake kedua dari film dengan judul yang sama, yang telah tayang pada tahun 2006. Original film ini sendiri berasal dari Kanada, dan telah ada sejak tahun 1974.

Cerita dimulai ketika libur Natal tiba, semua mahasiswa dan mahasiswi kampus Hawthorne menyambut masa liburan itu dengan senang. Sekelompok mahasiswa menyambut libur Natal tersebut dengan hati senang dan akhirnya mereka memutuskan untuk melewati libur Natal tersebut dengan membuat sebuah pesta di suatu tempat. Semua larut dalam kesenangan sesaat tersebut. Hingga akhirnya salah satu teman mereka ditemukan tewas secara mengerkan. Sosok misterius dengan menggunakan jubah hitam merupakan pelakunya.

Mereka mencoba mencari tahu siapa yang telah melakukan teror kepada mereka. Namun, sosok pelaku nan misterius ini mulai memburu satu per satu dari sekelompok mahasiswa tersebut. Ketika satu per satu orang tewas dan tidak ada yang bisa melawan pelaku tersebut. Namun, ada satu mahasiswa yang ingin terus hidup dan tidak ingin mati konyol di tangan pelaku yang misterius tersebut seperti temannya yang lain. Ia mencoba untuk terus melawan, walaupun ada harga yang harus ia bayar mahal untuk kehidupannya itu. Saat menemukan petunjuk mengenai siapa pelakunya, mereka menyadari bahwa pelakunya adalah bagian dari konspirasi jahat yang ada di kampus mereka.

Film hasil karya sutradara Sophia Takal ini bisa dikatakan kurang berhasil menunjukkan sisi seram dari segi pengambilan gambar. Namun jika dilihat dari film yang sebelumnya telah tayang pada tahun 1974 dan 2006. Film ini cukup berbeda dari film sebelumnya, bahkan bisa dikatakan film ini tidak seperti film remake karena adanya perbedaan tokoh dan cerita, hal ini yang akhirnya membuat film ini tidak seharusnya di-remake­ ­jika ada perbedaan tokoh dan cerita. Seharusnya film ini dibuat original dan berbeda saja dari film sebelumnya, itu akan lebih baik.

Hal lainnya ydari segi cerita, dalam film ini cerita yang digunakan sudah terlalu biasa, penonton mungkin dapat menebak dengan mudahnya bagaimana akhir dari film yang ditulis oleh Sophia Takal dan April Wolfe. Dari segi cerita saat pembunuhan terjadi, sangat membosankan karena inti dari ceritanya sama. Jika dilihat dari segi akting, para pemain cukup berhasil menunjukkan kemampuan aktingnya dalam film ini, bahkan dalam salah satu pemeran utama dalam film Black Christmas juga cukup berhasil memainkan karakter dalam film yang diproduseri Adam Hendricks, Jason Blum, dan Ben Cosgrove.