MILZERU – Sebuah film adaptasi drama musikal baru saja tayang di bioskop. Film Cats merupakan sebuah film yang kisahnya terinspirasi dari puisi Old Possum’s “Book of Practical Cats” karya T.S. Elliot. Film Cats bercerita tentang Victoria (Franscesca Hayward), seekor kucing yang dibuang di jalanan London oleh sang pemilik. Kemudian, di jalanan ia bertemu dengan sekumpulan kucing yang disebut Jellicle. Kehadiran Victoria bertepatan dengan para Jellicle yang akan mengadakan sebuah ritual tahunan. Ritual tersebut diadakan untuk memilih salah satu anggota untuk terlahir kembali, dengan cara melewati Heaviside Layer. Dalam ritual tersebut, mereka harus tampil dan bernyanyi sampai sang ketua Old Deuteronomy (Judy Dench) memilih jiwa yang akan pergi ke Heaviside Layer.

Dalam film Cats ini akan menampilkan lagu-lagu musikal yang sangat ikonik. Seperti pada awal film dibuka dengan lagu “Jellicle Songs For Jellicle Cats” dan ditutup dengan lagu “Memory”. Walaupun didukung dengan lagu-lagu ikonik, namun film ini mendapatkan rating yang rendah. Minimnya dialog, seakan memaksa penonton untuk mengerti dengan sendirinya jalan cerita dari setiap lagu yang dinyanyikan dalam film ini. Selain itu, cerita dalam film ini juga sangat sulit untuk dicerna penonton.

Tidak hanya ratingnya yang rendah, namun sejak awal perilisan trailernya saja film ini sudah menuai kontroversi. Kontroversi tersebut ada karena visual efeknya. Penonton akan melihat bagaimana para pemain dalam film ini menjadi berbulu. Awalnya memang lucu, namun beberapa orang mungkin akan merasa hal tersebut sedikit aneh atau bahkan menyeramkan. Selain itu, ada juga karakter kucing yang memakan kecoa berbaris dan ada yang mengenakan jaket berbulu. Hal itu sangatlah aneh.

Dibalik kelemahannya tersebut, ada juga kelebihan dalam film karya sutradara Tom Hooper. Kelebihannya terletak pada koreografi yang ditampilkan oleh para pemain dengan menawan. Lagu-lagu yang ditampilkan dalam film pun juga sangat ikonik. Secara musikal dan koreografi patut untuk diacungi jempol. Walaupun ada beberapa hal lainnya seperti visual efek yang memang terasa kurang maksimal untuk ditampilkan, serta alur cerita yang terlalu sulit untuk dicerna oleh penonton.