MILZERU – 

Film The Grudge rilis serempak di seluruh bioskop Indonesia tepat di penghujung tahun 2019, yakni pada Selasa (31/12/2019). The Grudge dirilis 4 hari lebih cepat dari waktu rilisnya yang dijadwalkan pada 3 Januari 2020. Film yang disutradarai oleh Nicolas Pesce ini merupakan reboot dari film The Grudge yang pernah rilis pada tahun 2004 dan merupakan versi baru dari film horror Jepang tahun 2002 yang berjudul Ju-On. Sama seperti beberapa film pendahulunya, The Grudge terbaru juga menggunakan alur anakronisme yang terfokus oada tahun 2004, 2005, dan 2006. Dengan durasi sebanyak 93 menit, film ini dibintangi oleh Tara Westwood, Junko Bailey, David Lawrence Brown, dan aktris senior dalam dunia perfilman horror yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya Lin Shaye.

Cerita dalam The Grudge bermula pada tahun 2004, ketika seorang pengunjung rumah terkutuk di Jepang Fiona Landers (Tara Westwood), pulang ke Amerika. Arwah dendam penghuni rumah tersebut ternyata mengikuti Fiona hingga ke Amerika. Hal ini menyebabkan Fiona membunuh anak dan suaminya di rumahnya sendiri dan kutukan pada akhirnya berpindah ke agen perumahan yang ingin menjual rumah keluarga Landers, Peter Spencer (John Cho). Singkat cerita, dikarenakan kutukan tersebut Peter akhirnya membunuh istrinya Nina (Betty Giplin) yang sedang mengandung.

Lompat di tahun 2006, Detektif Muldoon (Andrea Riseborough) baru saja pindah ke sebuah kota kecil bersama putranya dalam rangka menyembuhkan patah hatinya setelah meninggalnya sang suami karena kanker. Ditemani oleh rekan kerjanya Detektif Goodman (Demian Bichir), mereka diberi tugas untuk menyelidiki sebuah kasus penemuaan mayat yang sudah membusuk di dalam mobil. Mayat ini diidentifikasikan sebagai Lorna Moody (Jacki Weaver) dengan keadaan berada di tengah hutan belantara selama berbulan-bulan sebelum ditemukan. Hal ini ternyata memiliki kaitan dengan kasus Keluarga Landers.

Penemuan ini secara perlahan membawa Detektif Muldoon pada sebuah kasus yang pernah diselidiki Detektif Goodman dan rekannya beberapa tahun silam. Detektif Moodman yang menolak untuk menyelidiki kasus ini lebih jauh justru membuat Detektif Muldoon semakin penasaran dan pada akhirnya harus menyelidiki kasus ini sendiri. Berbekal informasi yang didapatkan dari Peter Spencer, Detektif Muldoon lantas mengunjungi kediaman Landers yang kini ditempati Faith Matheson (Lin Shaye) bersama suaminya. Tanpa ia sadari, semakin dirinya menyelidiki kasus ini lebih dalam ternyata membangkitkan terror masa lalu yang terus mengikutinya kemanapun.

Sama seperti resep film horror pada umumnya, film The Grudge kali ini tetap menggunakan efek jumpscare dengan dandanan para hantu yang seram dan mencekam. Dengan berkiblat pada genre J-horror yang dikenal jauh lebih berdarah, mengganggu, dan mencemaskan jika dibandingkan dengan film horror Amerika Serikat yang hanya bermodalkan wajah hantu yang pucat, Pesce dalam film The Grudge kali ini mengklaim dapat membuat penontonnya merasakan sensasi film horror yang lebih seram dan mencekam daripada The Grudge versi sebelumnya.

Kenyataannya, klaim Pesce akan filmnya yang digembar-gemborkan sangat berbanding terbalik dengan The Grudge garapannya kali ini. Para pemain dalam film ini terkesan dibayar hanya untuk berekspresi kaget dan ketakutan. Kehadiran Lin Shaye dalam film ini juga tidak memberikan kesan apapun dan tidak dapat melepaskannya dari peran-perannya dalam film terdahulu sebagai wanita eksentrik yang berhubungan dengan hantu. Adegan-adegan horror dalam film ini terasa membosankan. Untungnya tata sinematografi dan tata musik dalam film The Grudge kali ini dikelola dengan baik sehingga setidaknya film ini mampu menampilkan atmosfer pengisahan film horror yang cukup kelam. Selain yang disebutkan tadi, film ini nyaris flat, sama seperti film-film horror basic pada umumnya yang mengandalkan jumpscare semata. Bagi kamu penggemar waralaba Grudge, tidak ada salahnya untuk mencoba menonton hasil reboot The Grudge karya

​Nicolas Pesce ini.