MILZERU – Di akhir tahun 2019, Lionsgate Pictures meluncurkan film yang diangkat dari kisah nyata yang berjudul “Bombshell”. Disutradarai oleh Joy Roach dan skenario yang ditulis oleh Charles Randolph, film ini digadang-gadang akan menjadi bahan pembicaraan di Academy Awards 2020.

Film yang diproduksi oleh Annapurna Pictures, BRON Studios, Creative Wealth Media Finance dan beberapa perusahaan produksi seperti Denver and Delilah Productions, Lighthouse Management & Media dan Lionsgate Pictures mengambil latar belakang pada pertengahan tahun 2016 dimana muncul skandal media raksasa terkuat sepanjang masa, Fox News. Kala itu jagat media dibuat gempar dengan beredarnya beberapa berita bahwa CEO dari Fox News, Roger Ailes telah melakukan pelecehan seksual terhadap kurang lebih 20 perempuan.

Dilansir dari portal media Independent, Ailes telah melakukan perbuatan asusilanya tersebut sejak tahun 60-an ketika dirinya masih menjadi produser eksekutif di The Mike Douglas Show. Salah satu korban Ailes yang berani untuk speak up terhadap kasus ini ialah Megyn Kelly, yang merupakan jurnalis Fox News. Dalam pengakuannya ia mengatakan bahwa telah menerima tindakan pelecehan satu dekade yang lalu.

Film “Bombshell” berkutat pada tiga pemain utamanya, yakni Gretchen Carlson (Nicole Kidman), Kayla Pospisil (Margot Robbie) dan Megyn Kelly (Charlize Theron). Mereka semua merupakan pembawa berita di Fox News dan pernah mendapatkan pelecehan seksual oleh Roger Ailes (John Lithgow).

Cerita pada film ini dimulai ketika Megyn Kelly yang pada kala itu sedang disibukkan dengan liputan ekslusif debat capres Amerika Serikat yang menghadapi perseteruan personal dengan capres dari Partai Republik, Donald J. Trump. Perseteruan ini mengundang banyak pembicaraan sehingga menaikkan rating Fox News. Hal ini membuat pimpinan Fox News, Roger Ailes menyuruh Megyn untuk terus membuat liputan yang menyudutkan Trump. Namun, di sisi lain ini merupakan dilema bagi Megyn karena dirinya mendapatkan banyak teror personal dari pendukung Trump.

Di sisi lain ada Gretchen Carlson, mantan Miss America yang karirnya sedang diujung tanduk karena diberikan program lain yang minim penonton. Ia juga di cap ambisius karena berbagai cara telah ia tempuh dan telah sukses menaikkan rating, namun tetap saja tidak ada kemajuan pada karirnya. Justru, mantan junior pada tim produksinya Kayla Pospisil malah ditawarkan program baru oleh Roger. Kayla yang relijius dan polos pun meminta Roger untuk mempromosikan dirinya agar menjadi presenter di jam primetime, namun Roger meminta dirinya untuk menunjukkan “loyalitas”-nya terhadap perusahaan.

Dengan segala kejadian yang tidak biasa ini membuat Gretchen terpaksa harus membuka aib lama yang telah diperlakukan Roger di awal karirnya. Tuntutan Gretchen menjadi buah bibir khalayak ramai, namun Fox News seolah dibungkam dengan kekuasaan Roger yang masif. Korban-korban Roger yang lain pun tidak ada yang berani bersuara, mengingat seberapa besar kekuatan Roger. Sampai akhirnya Megyn Kelly mengungkap rahasia kelamnya pada 10 tahun silam dan turut mencari korban-korban Roger lainnya, sampailah ia pada Kayla yang juga merupakan korban Roger. Skandal ini membuat Fox News geger hingga membuat Rupert Murdoch turun tangan. Kisah ini berujung pada pemecatan Roger dari posisinya sebagai CEO dan Fox yang membayar gugatan pelecehan sebesar 20 Juta Dollar.

Film ini menyajikan skandal Fox News secara kronologis dan menarik, walau terdapat perubahan cerita dan penambahan karakter untuk mendramatisir film. Pemilihan peran utama yang merupakan aktris-aktris kenamaan Hollywood menambah nilai plus dari film ini. Special effects make up pada wajah Megyn Kelly yang diperankan oleh Charlize Teron berhasil dibuat hampir mirip dengan wajah aslinya, namun sayang pada Gretchen Carlson yang diperankan oleh Natalie Portman make up wajah yang dihasilkan hanya sedikit mirip dengan aslinya. John Lithgow, dalam perannya memerankan Roger Ailes juga tampil nyaris sempurna seperti membangunkan kembali Roger Ailes yang sesungguhnya. Siapa berperan sebagai siapa juga ditampilkan dengan jelas dalam film ini, dimana pada setiap karakter yang muncul akan diberikan keterangan dan jabatan apa yang sedang ia perankan. Selain itu, karakter Kayla Pospisil yang merupakan karakter fiktif dari gabungan beberapa korban Roger juga mampu mewakili apa yang terjadi pada korban-korban di kasus ini.

Sisi feminis dihembuskan sangat kencang pada film ini mengingat wanita kerap kali menjadi sasaran empuk para predator seksual di perusahaan besar. Selain itu, dalam film ini kita dapat melihat gambaran jelas akan sisi gelap dunia pertelevisian dan korporasi, dimana para korban pelecehan seksual yang tidak berani untuk “speak up” dan keamanan dirinya terancam oleh para petinggi korporasi. Ditambah lagi panasnya kondisi politik Amerika kala pemilihan presiden Trump vs Hillary. Fox News, yang merupakan media dominan pada partai republik dan sangat konservatif membuat karyawannya enggan untuk mengungkapkan jati diri mereka dan cenderung berhati-hati dalam mengemukakan pendapat. Dalam hal ini, Roger Ailes sendiri seperti yang kita ketahui merupakan penasihat kampanye Trump dimana ia kerap membantu persiapan debat.

Walau tidak semua stasiun TV di Amerika serupa dengan Fox News, setidaknya kita dapat melihat gambaran bagaimana sulitnya seorang wanita mengejar karirnya walau dengan hambatan para bos besar yang memanfaatkan jabatannya hanya untuk memuaskan nafsu semata. Dinamika intrik politik dan dunia broadcast disajikan secara berimbang dalam film ini, tidak lupa kualitas akting yang memukau dari ketiga bintang utamanya membuat “Bombshell sangat layak untuk ditonton. Film ini juga banyak menyajikan pelajaran dan hal baru yang selama ini tidak diketahui khalayak ramai tentang sisi lain industri pertelevisian.