MILZERU – Resmi tayang di bioskop pada 23 Januari 2020, film “Akhir Kisah Cinta Si Doel” akan menjadi penutup kisah cinta segitiga antara Sarah – Doel – Zaenab. Rano Karno berhasil menetapi janjinya untuk menuntaskan kisah si Doel termasuk juga kisah cinta segitiganya tersebut.

Film ini merupakan series ketiga dari film “Si Doel The Movie”. Dengan menceritakan tentang perjalanan si Doel dalam menentukan pasangan sejatinya. Pembuatan film ini merupakan salah satu bentuk penutup dari tayangan sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” yang telah tayang sejak tahun 1994.

Cerita film “Akhir Kisah Cinta Si Doel” ini dimulai ketika Sarah memutuskan untuk pulang ke Jakarta bersama sang anak, yakni Dul. Kepulangannya tersebut disambut bahagia oleh keluarga Doel. Namun, hal tersebut justru membuat Sarah, Zaenah, dan Doel dihadapkan pada situasi dan pilihan besar. Zaenab yang telah dinyatakan positif hamil dan masih trauma karena pernah kehilangan buah hatinya di masa lalu, harus dihadapkan pada pilihan besar.

Zaenab harus memilih antara tetap berada di sisi Doel atau merelakannya agar Doel bisa kembali bersatu dengan keluarga kecilnya bersama Sarah dan Dul kecil. Namun, Sarah juga berpikiran hal yang sama. Ia merasa harus memutuskan mantap bercerai dengan Doel atau kembali rujuk dengan Doel demi sang anak, Dul kecil. Begitu juga dengan Doel. Ia harus cepat memutuskan siapa yang akan dia pilih untuk menjadi pasangan sejatinya.

Film ini diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan penonton mengenai siapa yang akan Doel pilih. Selain itu, film ini juga menjadi akhir dari segala perjalanan kisah keluarga Doel. Setelah 27 tahun menemani penonton setianya dengan penuh kehangatan, kini keluarga besar si Doel pun resmi pamit.

Secara keseluruhan, film ini masih terlalu banyak kekurangan. Akhir dari kisah si Doel terutama kisah cinta bersama Zaenab dan Sarah masih dirasa belum begitu tuntas. Cerita dalam film ini seakan sangat dipaksakan untuk harus segera berakhir. Memang Doel telah memutuskan untuk memilih Zaenab sebagai pasangan sejatinya. Namun, alasan-alasan Doel memilih Zaenab kurang dijelaskan dalam film ini. Selain itu, secara pengambilan gambar dan editing, film ini terasa sangat kurang. Sangat terlihat jelas pemotongan adegannya, yang membuat tidak nyambung antar satu adegan dengan adegan lainnya.

Secara kualitas akting, di film ini pemain terlihat berusaha maksimal untuk menyajikan tayangan yang bagus untuk para penonton apalagi film ini menjadi penutup akhir kisah si Doel. Namun, ada beberapa yang masih kurang secara kualitas akting. Seperti halnya pemeran Munaroh yang kembali bertemu dengan Mandra. Dalam adegan tersebut Munaroh terlihat sangat kaku, bahkan terlihat kebingungan. Hal itu sangat terlihat jelas.

Selain itu, penonton juga akan dibuat kesal dengan sikap si Doel yang terkesan diam dalam segala keadaan. Hal itu membuat kesan bahwa si Doel tidak tegas dan tidak bisa menentukan pilihannya. Ia hanya terlihat banyak diam. Namun, di film ini penonton dapat melihat bagaimana bijaksananya Atun dalam menyikap permasalahan si Doel dengan Sarah dan Zaenab.