MILZERU –  Film yang ditayangkan di bioskop pada tanggal 8 Agustus 2019 ini menceritakan tentang sebuah pernikahan yang bergenre drama romantis dimana banyak pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya. Cerita film ini terlihat ringan, namun bila direnungkan dengan baik, justru penting dan serius. Diangkat dari novel karya Mia Chuz, cerita ini akhirnya diangkat menjadi film layar lebar yang digarap oleh Archie Hekagery.

Wedding Agreement menceritakan tentang derita Btari Hapsari (Indah Permatasari) dipanggil Tari dalam menjalani rumah tangga. Karena Byantara Wicaksana (Refal Hady) dipanggil Bian memiliki pejanjian pernikahan selama satu tahun, setelah itu mereka akan bercerai. Isi perjanjian pernikahannya menyatakan bahwa Tari tidak perlu melakukan kewajiban sebagaimana seorang istri kepada suaminya. Dan bagi Bian, pernikahan ini hanya sebatas basa-basi saja, karena baginya pernikahan ini hanya sebagai bentuk bakti kepada ibunya yang telah menjodohkannya dengan Tari. Tari kemudian menemukan fakta bahwa ternyata Bian masih belum bisa lepas dari sosok wanita yang ia cintai yaitu Sarah (Aghniny Haque). Tari yang sedari awal sudah jatuh hati pada Bian harus merasakan cinta segitiga yang menyakitkan, namun dikemas dengan gaya yang berbeda.

Selama masa perjanjian, Tari selalu melakukan yang terbaik bagi dirinya dan sang suami Bian. Tari selalu mengigatkan Bian untuk beribadah, menyiapkan sarapan sebelum Bian berangkat bekerja, dan sebagainya. Tari bersikeras ingin meluluhkan hati Bian dengan cara yang sederhana namun membuat baper. Salah satunya dengan Tari memaksa Bian untuk menemaninya belanja hingga akhir momen belanja itu menjadi titik awal kedekatan pasangan suami istri ini. Lalu nonton film dirumah dan ditemani snack yang merupakan hal sederhana namun bisa membangun kedekatan satu sama lain.

Di momen tertentu, mereka akan saling membutuhkan satu sama lain agar hubungan mereka telihat harmonis di hadapan keluarga besar. Di saat seperti itu Bian dan Tari terlihat sangat canggung dan akan membuat penonton tertawa.

Usaha dan perjuangan Tari ternyata memang tidak mudah. Selalu saja ada hal yang membuatnya sakit hati dan kecewa lagi. Terlebih, Sarah selalu muncul diantara mereka, yang membuat Tari putus asa atas harapan agar hubungannya dengan Bian membaik. Apalagi saat Bian masih belum bisa melupakan Sarah dan masih berusaha untuk menjalin hubungan dengan Sarah

Walau film ini menonjolkan sisi religiusitas sebagai dasar cerita, namun implementasi dari pesan yang ingin disampaikan mengarah ke banyak aspek kehidupan. Film garapan Arche Hekagery ini memiliki potensi membuat para penontonnya tersenyum, merasa gemas dan kesal serta tersentuh hatinya di beberapa adegan.