MILZERU – 

Isyana Sarasvati, lahir pada tanggal 2 Mei 1993 merupakan seorang penyanyi dan pencipta lagu Tanah Air. Isyana sapaan akrabnya, merupakan lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts, SIngapura. Sebelum dikenal masyarakat, Isyana terlebih dulu terjun di dunia musik klasik sebagai soloist dan recitalist. Pada tahun 2014 Isyana bergabung dengan Sony Music Entertainment dan mulai merilis 2 single, “Keep Being You” (tahun 2014) dan “Tetap Dalam Jiwa” (tahun 2015). Tahun lalu tepatnya pada 2 September 2018, Isyana meraih kesempatan sebagai penampil pertama di Closing Ceremony Asian Games ke -18 dengan membawakan lagu “Asia’s Who We Are”.

Kali ini Isyana Sarasvati mngeluarkan single terbarunya berjudul “Ragu Semesta” merupakan single terbaru Isyana dari album ketiga miliknya. “Ragu Semesta” memiliki genre yang klasik dengan lirik yang puitis namun mudah di pahami. Dalam lagu ini Isyana bekerja sama dengan Kenan Loui Widjaja. Kenan Loui merupakan sahabat Isyana sedari kecil dan pernah terlibat di berbagai ajang kompetisi tingkat nasional dan internasional. Dalam beberapa lagunya, Isyana memang mengambil genre musik yang meupakan keunggulan sehingga bisa menunjukan kemampuannya dalam memainkan piano. Rabu, 16 Oktober 2019 “Ragu Semesta” resmi dirilis dengan kesan megah dalam komposisi, terutama dibagian lirik dan aransemen lagunya. Denting piano yang dibawakan menambah sempurna suara Isyana Sarasvati yang lembut namun powerful.

Lagu “Ragu Semesta” memiliki bagian-bagian yang variatif dengan aransemen dengan dinamika yang indah. Lagu “Ragu Semesta” menggambarkan tentang kesebaran semesta yang tak pernah terbantahkan. Tidak hanya mengenai cinta kepada sesorang, namun lirik tersebut mengenai panggilan diri akan pengambilan keputusan dalam hidup. Dalam lagu “Ragu Semesta” kaya akan makna firasat alami yang ada dalam diri kita. Ditulis dengan lirik yang puitis nan baku seakan membawa kita ke sebuah dunia dengan sastra yang lama.

Berikut lirik lagu “Ragu Semesta” Isyana Sarasvati:

Dulu kau pernah ucap
Janji yang ku yakin takkan pudar
Namun ragu semesta
Tak terlamun oleh manusia

Terus terang ku tak kuasa
Melihatmu terperangkap dalam kisah tak bermakna
Haruskah ku memulai tuk melepaskan

Harapanku bersamamu
Biarlah menjauh
Mungkin kita 'kan bertemu
Lain waktu di alam yang baru

Jiwapun pernah risau
Bagaikan dunia diterjang ombak
Tetapkanlah utama
Ingin kugenggam kembali saja

Terus terang ku tak kuasa
Melihatmu terperangkap dalam kisah tak bermakna
Haruskah ku (haruskah ku)
Memulai tuk melepaskan

Harapanku bersamamu
Biarlah menjauh
Mungkin kita 'kan bertemu
Lain waktu di alam yang baru

Harapanku bersamamu
Biarlah menjauh
Mungkin kita 'kan bertemu
Lain waktu di alam yang

Lain waktu di alam yang baru
(hoo-ooh hoo-ooh)