MILZERU – Ardhito Pramono atau yang akrab dipanggil Dhito, baru saja meluncurkan extended player bertajuk “Craziest Thing Happened in My Backyard“ pada hari Jumat (28/2). Extended player (EP) adalah koleksi lagu yang dikumpulkan oleh musisi untuk mempromosikan karya mereka. Biasanya, jumlah lagu di dalam EP sekitar 4 – 7 lagu.

Sebelumnya, Dhito sudah memberikan bocoran sejumlah teaser di akun Instagram pribadi miliknya. “Craziest Thing Happened in My Backyard“ berisi lima lagu dan sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming musik seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Lagu-lagu tersebut antara lain ‘Trash Talkin’, dan dilanjutkan dengan ‘925’, ‘Here We Go Again / Fanboi’, ‘Plaza Avenue’, serta ‘Happy’.

Melalui EP ini, Dhito ingin mengajak para pendengarnya merasakan pengalaman berbincang secara personal tentang hal-hal gelap dan gila yang telah ia lalui dalam hidupnya. Dhito juga menggunakan kata “In My Backyard” untuk merepresentasikan segala kenangan baik, kenangan buruk, rahasia, sampai berbagai perspektif di dalamnya.

Ardhito Pramono Craziet Thing Happened In My Backyard

Pemilihan judul “Craziest Thing Happened In My Backyard” oleh Dhito ternyata mempunyai makna rahasia. Lewat interaksinya dengan para followers di Twitter, ia menanyakan tentang kejadian apa saja yang terjadi di halaman belakang rumah. Untuk EP yang telah dirilisnya ini, Dhito terinspirasi dari film Midsommar karya Ari Aster dan Parasite dari Bong Joon Ho.

“Gue menulis dengan lebih jujur dan dewasa dari karya sebelumnya, terbuka untuk membahas hal-hal gelap dengan kemasan musik yang bisa dikatakan ceria,” ungkap Dhito.

Lagu pembuka ‘Trash Talkin’ hadir sebagai bukti nyata eksplorasi musiknya yang semakin dewasa. Lagu ini dibawakan dengan nuansa brit-pop dengan sentuhan rockabilly ala Elvis Presley. Sehingga makna lagu yang menuai persoalan terlihat kontras dengan pembawaan musiknya.

Lalu ada lagu ‘925’ salah satu yang paling dominan adalah petikan gitar elektrik karena biasanya Dhito khas dengan pianonya serta jazz ringan halus yang bernuansa feel good ala bersepeda di Paris. Selanjutnya lagu ‘Here We Go Again / Fanboi’ adalah lagu yang bernuansa Disney, namun cerita di dalamnya cukup horror tentang obsesi dan keinginan untuk memiliki yang berlebihan.

Berbeda dengan lagu ‘Plaza Avenue’ yang secara terbuka menceritakan drinking habitnya Dhito selama ini. Padahal secara bersamaan, lagu ini adalah sebuah lagu cinta karena rayuan-rayuan yang ada di dalamnya dan menawarkan jazz yang lebih lounge. Flute jadi penuntun, membiarkan nadanya mengalir bebas lepas mendayu-dayu.

EP ini ditutup dengan lagu berjudul ‘Happy’ namun musiknya tidak se-happy judulnya. Cerita di lagu ini justru berisi tentang penyesalan. Terlebih lagu ini dibawakan dengan nuansa dark yang cukup mendalam serta hadir seperti piano ballad ala grup dream pop 2010-an yang luas, mencekam, namun minimalis.