MILZERU –  Merebaknya virus Corona baru – baru ini membuat masyarakat Indonesia bahkan dunia dibuat ‘parno’. pasalnya virus mematikan ini sudah banyak merenggut korban jiwa di dunia, termasuk Indonesia. Dikutip dari Worldsometer, total kasus virus corona di dunia sebanyak 169.610, dan 6.518 dantaranya meninggal dunia. 

Namun merebaknya virus mematikan di dunia bukanlah pertama kali. Sebelum merebaknya virus corona, ada beberapa virus yang mengancam dan memakan banyak korban jiwa di Dunia. Pandemi virus tersebut tidak jauh berbeda dengan corona. Berikut adalah 5 virus mematikan sebelum Corona Merebak.

 1. SARS

Bukan Pertama Kali, Ini 5 Virus Mematikan Sebelum Corona Merebak

Sama seperti Virus Corona yang pertama kali di detemukan di China. SARS dinilai dapat menyebar lebih cepat ke berbagai negara dibandingkan dengan virus Corona. Virus SARS mulai menjangkit korbanya pada tahun 2003. Menurut laporan dari WHO, Total sebanyak 8098 orang terjangkit virus tersebut, dan 774 orang diantaranya meninggal dunia. Cara persebaran virus SARS sendiri disebabkan melalui percikan air liur dari penderita SARS kepada penderita yang sehat. 

2. Ebola

Bukan Pertama Kali, Ini 5 Virus Mematikan Sebelum Corona Merebak

Virus Ebola Pertama kali ditemukan di dataran Afrika, virus ini dinilai lebih berbahaya dibanding pandemi virus lainya. pasalnya kesempatan untuk sembuh hanya 10% dari penderita yang sembuh. Gejala dari virus ebola sendiri tidak jauh berbeda dengan virus Corona dan SARS. Penderita akan merasakan demam, nyeri otot sendi,  serta tubuh terasa lelah. Walaupun virus ini tidak menjangkit Indonesia, namun berbagai pencegahan dilakukan seperti selalu jaga kebersihan, dan melakukan pola hidup sehat setiap hari.

3. H1N1 (Flu Babi)

Bukan Pertama Kali, Ini 5 Virus Mematikan Sebelum Corona Merebak

Virus H1N1, atau yang lebih dikenal flu babi disebabkan melalui infeksi virus H1N1. Penggunaan nama flu babi karena gen virus penyebabnya mirip dengan flu yang biasa menjangkit pada Babi. Walaupun dinamakan flu babi, namun penularan tidak menyebar melalui konsumsi daging babi, melainkan seperti flu pada umumnya yang disebabkan melalui percikan ingus atau air liur penderita pada orang yang sehat. 

4. H5N1 (Flu Burung)

Bukan Pertama Kali, Ini 5 Virus Mematikan Sebelum Corona Merebak

Berbeda dengan Virus H1N1 (flu babi), Flu Burung merupakan virus yang ditularkan langsung oleh unggas kepada manusia. Di Indonesia, virus flu burung pernah menjadi wabah dan merenggut banyak orban jiwa. Butuh 3-5 hari untuk virus masuk ke tubuh manusia lalu menunjukan gejala seperti Muntah, sakit perut, gusi berdarah, mimisan, dan nyeri bagian dada

5. MERS (Midddle East Respiratory Syndrome)

Bukan Pertama Kali, Ini 6 Virus Mematikan Sebelum Corona Merebak

Virus MERS, atau Midddle East Respiratory Syndrome, merupakan penyakit pernafasan akut yang dapat menyebabkan kematian. Sama seperti virus Corona dan SARS, gejala penyakit ini antara lain Demam tinggi, batuk, nyeri otot, dan sesak napas. Sesuai dengan namanya Virus MERS berasal dari dataran Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yaman, dan Yordania. Diketahui virus ini berasal dari unta, namun cara penularanya tidak semudah virus lainya, Virus MERS menyebar jika berdekatan dengan penderita MERS sendiri, apalagi bagi orang yang memiliki imunitas tubuh yang lemah, akan lebih mudah terjangkit virus tersebut. Bukan hanya itu, penularan akan lebih mudah jika melakukan kontak dengan unta yang terinfeksi virus MERS  

6. HIV/AIDS

Bukan Pertama Kali, Ini 5 Virus Mematikan Sebelum Corona Merebak

meskipun pertama kali ditemukan tahun 1980an, HIV masih menjadi penyakit mematikan hingga sekarang, lebih dari 35 juta orang meninggal akibat terinfeksi virus ini. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini kemampuan imunitas tubuh akan hilang sepeuhnya. Penyakit HIV/AIDS sendiri disebabkan oleh hubungan badan dengan penderita HIV, percikan air liur, serta penggunaan jarum suntik bekas penderita HIV/AIDS. 

Itulah 6 Virus mematikan sebelum corona merebak, kita sebagai manusia yang sehat, alangkah baiknya selalu tetap menjaga kesehatan kita, salah satunya dengan hindari kontak dengan penderita yang menunjukan gejala penyakit tersebut, dan pastinya selalu menerapkan pola hidup sehat setiap hari, karena kondisi tubuh kita tergantung bagaimana cara kita menjaganya, baik pola makan maupun kebersihan tempat kita tinggal.