MILZERU – Artis kenamaan Dian Sastro mendadak jadi perbincangan di media sosial Twitter, Senin malam, 9 September 2019. Usut punya usut, ternyata Dian Sastro baru saja menjadi bintang tamu acara talkshow di stasiun televisi swasta. 

Penampilan Dian Sastro rupanya memukau penonton sehingga berlanjut menjadi buah bibir di Twitter.

Warganet meramaikan tagar #DianSastro yang disertai dengan kalimat pujian bagi pemeran Cinta di film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) itu. Mereka menilai bahwa Dian Sastro adalah sosok perempuan yang cantik luar dalam.

Dalam acara tersebut, Dian Sastro banyak bercerita tentang perjalanan karier hingga keluarganya. Ia mengungkapkan sempat menyesal terjun di dunia akting karena profesi ini membuatnya kesulitan menjalani aktivitas di bidang akademik. 

"Di tahun 2001 tuh mulai keluar AADC 1 yang kok booming banget. Nah, di tahun itu gue mikir ngapain gue masuk dunia ini, kan gue nyari duit buat sekolah kan ya. Sekolahnya enggak dapet, yang ada malah keribetan. Jadi merasa nyesel banget kenapa nyusahin diri gue sendiri," kata Dian Sastro dalam acara itu. 

Akan tetapi, penyesalan Dian Sastro itu pun perlahan sirna setelah ia menyadari profesinya memberi nilai yang berharga bagi kehidupan orang lain.

"Makin ke sini makin kehilangan alasan itu, makin ke sini makin enjoy gue. Jadi merasa sebenci-bencinya lo sama kerjaan, lo akan nemuin meaning of life pada saat kerjaan lo ada meaning-nya buat orang lain," kata Dian Sastro.

Selain menceritakan kisahnya, Dian Sastro juga tampil membawakan puisi berjudul ‘Hairdryer’. Puisi yang bertema tentang pendidikan dan keluarga itu juga menjadi perbincangan warganet dan dianggap sebagai puisi terbaik dalam acara tersebut.

Berikut puisi Dian Sastro yang berjudul ‘Hairdryer’ tersebut.

Tanggal 7 Mei 1995
Saya baru saja menguburkan seorang bapak

Sekarang kita masuk ke tanggal 9 Mei 1995
Saya kembali ke sekolah, sebagai murid SMP kelas 2 di Vincentius, sekolahnya Pak Vincent
Rasanya berangkat ke sekolah hari itu ada yang berbeda ya
Kalau dulu saya berangkat, enggak enggak enggak, bukan dulu, beberapa hari yang lalu, saya berangkat ke sekolah sebagai anak yang punya orangtua lengkap

Tapi kayaknya itu berbeda ya hari ini
Saya enggak bisa bilang hal yang sama lagi tentang hal itu
Bukan, saya bukan seorang anak dengan orangtua yang lengkap
Saya punya Ibu, tapi apa saya punya Bapak?
Mungkin udah enggak lagi ya hari ini

Sekolah tetap sama, temen-temen tetap sama, mereka namanya sama, perannya sama, masuk ke kelas yang sama, tempat duduk saya tetap yang sama, guru tetap sama, pelajaran tetap sama

Tapi berbeda banget ya hari ini
Apa terus semuanya harus terasa beda?
Mungkin enggak juga

Saya pulang hari itu, pulang sekolah
Saya mandi, saya basahin seluruh rambut saya sampai pada akhirnya saya harus keringin
Mau sampai kapan rambut ini basah, saya ambil hairdryer

Keluar anginnya sszzssszzzzz keluar anginnya bising sekali!
Zzzz ilang enggak ya rasa bedanya?
Enggak sih, zzzzzzz, ilang enggak ya?

Masih enggak enak rasanya
Enggak papa deh, yang penting rambut saya kering dan saya enggak bisa mendengar kepala saya sendiri.

Sumber artikel asli