MILZERU –  Masih Suka Berkerumun, Ngeyel saat diingatkan Petugas, Awas Kena Pidana!

Merebaknya Covid-19, membuat pemerintah menerapkan sistem Work From Home, bagi beberapa tempat publik, seperti kantor, Sekolah, dan faslitas publik lainya. Walaupun belum menerapkan Sistem Lockdown, masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah dan tidak disarankan untuk keluar rumah bila tidak penting. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai persebaran virus corona yang saat ini jumlah kasusnya mulai melonjak naik.

Namun Himbauan tersebut sering kali tidak dipatuhi oleh sebagian masyarakat. Hingga saat ini masih saja ada orang yang berkerumun baik nongkrong di cafe hingga larut malam, atau hanya berkumpul biasa bersama teman -teman. Walaupun sudah diingatkan masih ada saja masyarakat yang tetap santai mengabaikan peringatan dari Petugas, oleh karena itu agar tidak ada lagi masyarakat yang ‘ngeyel’ saat diingatkan, dan mendukung jalanya aturan pemerintah secara teratur, maka hal itu bisa dikenakan pasal pidana. Berikut beberapa pasal pidana bagi siapapun yang masih suka berkerumun dan ngeyel saat diingatkan petugas.

Suka Berkerumun? Ngeyel Saat Diingatkan Petugas? Awas Loh Kena Pidana!

Pasal 14 UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular
Ayat 1: Menghalangi penanggulangan wabah, diancam pidana penjara 1 tahun dan/atau denda Rp 1.000.000,-.
Ayat 2: Karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana kurungan 6 bulan dan/atau Rp 500.000.-.

Pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Karantinaan Kesehatan
Tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,-.

Pasal Kitab Undang-undang Hukun Pidana (KUHP)
Pasal 212 KUHP Melawan seorang pejabat yang menjalankan tugas yang sah, dipidana paling lama 1 tahun 4 bulan.
Pasal 214 ayat 1 KUHP Tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut UU, dipidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu.
Pasal 218 KUHP - Datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah pergi 3 kali oleh atau atas nama penguasa berwenang, diancam karena ikut serta dengan pidana penjara 4 bulan 2 minggu.

Itulah beberapa pasal bagi siapapun yang masih berkerumun hingga ngeyel saat diingatkan petugas, oleh karena itu sebagai warga negara yang baik dan tidak ingin terpapar virus Covid-19, alangkah baiknya #dirumahaja. Bila tidak penting tidak disarankan untuk keluar rumah, karena berada di luar, apalagi berada di kerumunan justru beresiko tertular lebih tinggi dibandingkan berada di rumah, jadi stay save, keep healthy, dan #dirumahaja ya gengs!