MILZERU –  Kabar Lauv OCD, dan Bagaimana Cara Lauv Mengatasinya

Kabar tidak menyenangkan datang dari seorang penyanyi muda asal Amerika, Lauv. Ia dikabarkan menderita OCD (Obbessive Compulsive Disorder). Penyakit tersebut merupakan sebuah gangguan mental. Kabar Lauv OCD pun sontak merebak ke berbagai penjuru dunia. Banyak fansnya yang tidak percaya bahwa ia menderita penyakit tersebut.

Sekilas Tentang OCD

Lauv OCD: Fakta Tentang Awal Mula Mengalami Gangguan Mental

OCD atau Obbessive Compusive Disorder merupakan sebuah gangguan mental. Penyakit ini menyebabkan si penderita merasa harus melakukan suatu tindakan berulang-ulang. Jika tidak, mereka (penderita) akan terus diliputi ketakutan atau kecemasan.

Gangguan mental ini bisa dialami oleh siapa saja. Umumnya, penyakit ini terjadi di awal usia dewasa. Namun, ternyata OCD juga dapat terjadi pada anak-anak maupun remaja.

Umumnya, penderita OCD merasa bahwa tindakannya tersebut berlebihan. Namun, mereka merasa harus melakukannya dan tidak boleh mengabaikan maupun menghindarinya.

OCD sendiri merupakan gangguan mental yang kronis. Gangguan mental ini mengincar orang yang berusia muda. Artinya, masyarakat tidak boleh abai dengan penyakit yang satu ini.

Penyebab OCD yang Diderita Lauv

Lauv OCD: Fakta Tentang Awal Mula Mengalami Gangguan Mental

Hingga saat ini, OCD sendiri merupakan gangguan mental yang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya OCD. Berikut faktor-faktor tersebut:

  • Penderita pernah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan
  • Penderita memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan mental OCD
  • Menderita gangguan mental

Menurut para ahli, OCD juga bisa timbul akibat stres yang tidak terkendali. Dengan menjaga tingkat stres, penderita dapat mengurangi tingkat frekuensi dan keparahan dari OCD.

Awal Mula Lauv Menderita OCD

Lauv OCD: Fakta Tentang Awal Mula Mengalami Gangguan Mental

Dilansir dari People, Lauv awalnya sangat gugup sekali untuk membuka bahwa dirinya memiliki gangguan mental. Khususnya pada saat ia belum didiagnosis OCD.

Lauv sendiri mengaku bahwa sebagian besar gangguan ini diakibatkan oleh suara di kepalanya. Menurutnya, suara tersebut terus menerus memberi tahunya bahwa pengalamannya tidak valid. Hal tersebut Lauv paparkan sendiri pada People.