MILZERU –  Warga Jakarta hingga Bogor, Jawa Barat dikejutkan dengan suara dentuman keras yang tidak diketahui sumbernya. Dentuman tersebut terdengar pada Sabtu (4/11) dini hari, ketika semua orang terlelap tidur.

Bukan hanya itu, dentuman yang beberapa kali terdengar ini juga terjadi di kawasan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Dentuman tesebut terdengar saat jam 02:40 dini hari. Menurut salah seorang warga yang sedang begadang minum kopi, ia mengaku mendengar dentuman yang tidak diketahui darimana sumbernya.

Menurutnya dentuman tersebut berlangsung selama 10 menit. Hingga saat ini sumber dentuman belum diketahui asalnya, namun menurut laporan warga yang mendengar, dentuman tersebut terdengar dari langit, tetapi belum bisa dipastikan sumber spesifik, darimana asal dentuman tersebut.

Akibat dari dentuman ini, banyak yang beranggapan bahwa dentuman tersebut berasal dari erupsi gunung anak krakatau, namun hal ini dibantah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Gempar! Warga Jakarta Bogor Dihebohkan Suara Dentuman, Ini kata PVMBG

Dikutip Detik.com, PVMBG membantah bahwa dentuman yang terdengar di Kawasan Jakarta, dan Bogor bukan berasal dari Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menurut Hendra Gunawan selaku Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, dentuman yang terdengar di Jakarta, Bogor tersebut tidak dapat dikaitkan dengan Gunung Anak Krakatau, karena letusanya dikategorikan miskin akan gas, sehingga guncangan yang dihasilkan relatif kecil.

“Bukan (berasal dari Anak Krakatau), karena letusannya dikategorikan miskin akan gas, lebih bersifat aliran, Saya sudah cek ke Pos Penganatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita, tidak terdengar bunyi letusan sejak kemarin malam. Karena memang letusannya relatif keci" kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, Dikutip Detik.com.

Sebelumnya pada Jumat malam hingga dini hari, Gunung Anak Krakatau sempat menglami erupsi sebanyak dua kali. Diketahui letusan pertama terjadi pada pukul 21:58 malam, kemudian letusan kedua terjadi pada pukul 02:40 dini hari. Oleh karena itu Pihak PVMBG menghimbau kepada Masyarakat dan Wisatawan agar menjauhi kawasan pantai, mengingat kondisi yang saat ini terjadi juga diperparah dengan adanya ancaman wabah Covid-19.