MILZERU – Perayaan Hari Kartini yang jatuh tiap tanggal 21 April, diperingati untuk  mengenang jasa Raden Ajeng Kartini. Ia adalah tokoh dan pahlawan nasional perempuan Indonesia yang menjadi panutan dan inspirasi banyak kaum hawa tanah air. Kartini meninggal dunia di usia 25 tahun usai melahirkan. Ia menghembuskan nafas terakhir pada 17 September 1904 dan dimakamkan di Rembang, Jawa Tengah.

Berbeda dari perayaan hari Kartini sebelumnya, hari Kartini saat ini dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Pemikiran, gagasan dan semangat RA Kartini tampaknya masih releven dengan kondisi saat ini. Apalagi di tengah pandemi, dibutuhkan semangat untuk tetap bertahan. Sepanjang Selasa (21/4/2020), media sosial Twitter diramaikan dengan beberapa tweet  terkait pahlawan nasional RA Kartini. Ucapan Selamat Hari Kartini berhasil berada di puncak trending topic. Dalam cuitan tersebut, banyak warganet mengenang perjuangan Kartini melalui puisi ataupun kutipan yang pernah dibuat oleh pejuang wanita tersebut.

Media sosial kerap dijadikan tempat mengekspresikan perasaan penggunanya. Pada perayaan Hari Kartini, para warganet merayakan perjuangan RA Kartini untuk membangkitkan perempuan Indonesia. Mulai dari public figure atau pejabat publik seperti Presiden Jokowi sampai masyarakat biasa, semua menyambut Hari Kartini. Banyak yang menyampaikan pesan dan harapan yang baik seperti cita-cita Kartini semasa hidupnya.

Perayaan Hari Kartini terasa berbeda tahun ini. Wabah Covid-19 membuat perempuan berjuang langsung menyelamatkan nyawa manusia. Di tengah pandemi, banyak perempuan berada di garis depan sebagai tenaga medis. Selain itu, jika dulu perjuangan RA Kartini mengubah kebiasaan yang semula perempuan hanya berada di rumah, perempuan saat ini bisa merasakan aktivitas di luar rumah, sekolah hingga bekerja. Dengan adanya Covid-19, ada kebiasaan yang diubah dengan kembali beraktivitas dari rumah. Namun, hal itu bukan berarti harus kembali pada zaman dahulu karena konteks yang berbeda. Walau dirumah saja tetapi bukan berarti tidak bermakna. Beraktivitas dari rumah merupakan upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Selain itu juga dukungan bagi tenaga medis terutama perempuan yang terpaksa harus bekerja dan meninggalkan keluarga di rumah.