MILZERU – Perjalanan Karir Didi Kempot, Musisi Lawas Yang Sukses Merebut Hati Kaula Muda Indonesia  

Dunia tarik suara tanah air kembali berduka, Penyanyi solo senior era 90an Didi Kempot meninggal dunia pada Pagi tadi di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo Jawa Tengah. Penyanyi campur sari Didi Kempot ini dinyatakan meninggal dunia pada pukul 7:30 Wib

Sebelumnya pria bernama asli Didi Prasetyo sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu, dan sempat mendapatkan perawatan, namun tidak lama setelah itu Didi Kempot dinyatakan meninggal dunia pada usia 53 tahun. Meninggalnya Didi Kempot membuat publik tanah air berduka dan merasakan kesedihan mendalam. 

RIP Didi Kempot

Penyebab meninggalnya Didi Kempot diduga disebabkan oleh Serangan Jantung, sebelumnya ia dilarikan ke Rumah Sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri. Jenazah Didi Kempot sendiri saat ini berada di rumah duka di Solo Jawa Tengah, rencananya Almarhum akan di makamkan di kediaman orang tuanya di Ngawi, Jawa Tengah. 

Perjalanan Karir Didi Kempot 

Didi Kempot sendiri dalam beberapa tahun ini sukses merebut penggemar muda milenial dengan lagu patah hati yang pada akhirnya ia dijuluki sebagai “The Godfather Of Broken Heart”. Didi Kempot juga merupakan legenda musik campur sari Indonesia.

Didi Kempot lahir di Solo Jawa Tengah 31 Desember 1966. Walaupun Didi Kempot termasuk musisi lawas, namun lagu yang ia nyanyikan saat ini sukses merebut kaula muda milenial, sehingga karena kepopuleranya, Didi Kempot juga dijuluki sebagai “Sobat Ambyar”. 

RIP Didi Kempot

Julukan ‘Sobat Ambyar” berawal dari lagu – lagu Didi Kempot yang hampir semuanya menceritakan tentang kesedihan mendalam, dan kisah patah hati. Didi Kempot sendiri diketahui telah menuliskan 700 lebih judul lagu, bahkan lebih mencapai 800 lagu sepanjang karirnya.  Lagu – lagu Didi Kempot yang populer saat ini salah satunya Pamer Bojo, Ambyar, dan Layang Kangen.

Beberapa waktu yang lalu Didi Kempot sempat mengisi acara dalam ulang tahun ANTV yang ke-27 tahun pada 14 Maret 2020, pada saat itu Didi Kempot adalah musisi pengisi acara yang paling ditunggu kehadiranya, setiap ia tampil dan bernyanyi lagu andalanya, semua penonton ikut bergoyang dibuatnya.

Mengawali Karir Sebagai Pengamen Jalanan

Mengawali karirnya sebagai pengamen jalanan, pada saat itu Didi Kempot hanya bermodalkan Ukulele mini dan gendang, untuk bernyanyi, dahulu ia mengamen di sekitaran Jalan raya kota Solo pada tahun 1984 lalu.

RIP Didi Kempot

Setelah 3 tahun menjalani keseharianya sebagai pengamen jalanan, Didi Kempot mengadu nasib ke kota Yogyakarta, dan menjadikan jalan Malioboro, sebagai tempat ia berkarya sebagai penyanyi jalanan, selama di Malioboro, ia lebih menyanyikan lantunan lagu campur sari andalanya.

Tidak hanya Stuck di Yogyakarta saja, pada tahun 1988 ia datang ke Jakarta sebagai penyanyi trotoar pinggir jalan, ia biasanya mengamen di sejumlah kawasan di Jakarta, salah satunya Senen, dan Slipi, dan pada saat itulah ia dijuluki Didi Kempot yang merupakan singkatan dari Kelompok pengamen Trotoar. 

Awal Kesuksesan Didi Kempot

Ketika di jakarta, ia dan kelompok pengamen trotoar, sempat mencoba peruntungan dengan masuk dapur rekaman, namun usahanya justru gagal, tetapi kegagalan yang dialami Didi Kempot justru tidak membuatnya pantang menyerah, pada tahun 1989, Didi Kempot meluncurkan album perdananya “Cidro”.

Dalam album berjudul Cidro terdapat beragam lagu yang diangkat dari kisah asmaranya sendiri, berkat lagu yang dipopulerkanya pada saat itu, membuat Didi Kempot makin dikenal publik, bahkan ia sempat mendapat undangan manggung di berbagai Negara, termasuk Benua Eropa. 

RIP Didi Kempot

Lagu berjudul Plong, Cucak Rowo, Jambu Alas dan Ono Opo, membawa karirnya terus meningkat pada tahun 2000an. Hingga tahun 2013 ia masih sempat berkarya dengan menciptakan lagu – lagu yang digemari oleh seluruh kalangan, seperti kalung Emas, dan Sukat Teki pada 2016.

Baik kalangan senior hingga kalangan milenial ikut menikmati lagu Didi Kempot yang semuanya bernuansa Campur Sari. hal ini terbukti ketika ia sempat mengisi acara dalam Hut ANTV Ke-27. Pada pagelaran konser yang diadakan 14 Maret lalu, hampir seluruh penonton bergoyang ketika ia Tampil ketika menyanyikan lagu andalanya, seperti Cendol Dawet, dan Ambyar.

Selamat jalan Didi Kempot, karyamu akan selalu kami kenang....