MILZERU – Media sosial jika dimanfaatkan dengan benar bisa membantu mereka yang berbakat untuk melebarkan sayap. Mereka bisa tetap mempertahankan gaya tanpa harus takut dicibir, terutama bagi mereka orang Asia yang ingin mendunia.

Hal ini karena media mainstream bisa jadi arena politik yang keras bagi musisi Asia, karena mereka selalu dihadapkan pada stereotip rasial. Kalau diingat lagi, dengan bantuan media sosial cukup banyak musisi keturunan Asia yang akhirnya bisa mendunia.

Dalam dunia online yang lebih kasual, penyanyi ataupun rapper bisa mempertahankan gaya dan suara khas mereka sambil sekaligus menumbuhkan basis penggemar global, menjadikan mereka membangun jembatan kesuksesan lewat jalan tak biasa.  Mereka juga pintar memanfaatkan kesuksesan untuk memberi pengaruh secara global lewat media sosial. Dari Seoul hingga Brooklyn, berikut ini lima musisi Asia yang meraih sukses melalui jalan modern.

Awkwafina

Tahun 2012, rapper Korea-China Nora Lum merilis lagu di YouTube dimana dia membawakan rap tentang musik, multibahasa dan kualitas utilitarian jenis kelamin. Lagu berjudul My Vag itu ditulis sebagai sebuah ironis, feminis. Lagu ini kemudian langsung viral, menjadikan sosok Awkwafina memulai karier sebagai musisi sekaligus artis. 

Dia kemudian merilis album solo berjudul Yellow Ranger tahun 2014, diikuti dengan In Fina We Trust tahun lalu. Perannya dalam dunia perfilman juga tak bisa disingkirkan, sejumlah judul film telah mencatatkan namanya, sebut saja Crazy Rich Asians (2018) hingga Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021).

Kehadirannya terkadang masih dipermasalahkan, dengan kritik yang ditujukan pada 'blaccent' nya (gaya bicara seperti orang Afrika-Amerika), dimana akhirnya dia merespon, "Aku menyambut baik percakapan tentang itu, karena sebagai orang Asia-Amerika kita masih mencoba menemukan apa itu," tuturnya dilansir dari SCMP.

BTS

Sumber foto: Metro.co.uk

Melalui musiknya, tujuh pria tampan ini mengungkap tujuan unik mereka yaitu untuk membuang stereotip negatif pada remaja, dan untuk menceritakan evolusi mereka sendiri dari remaja menjadi dewasa.

BTS, menggebrak dunia dengan lagu cover dan video tahun 2012 di platform media sosial. Setelah populer, dalam beberapa tahun belakangan, mereka juga menggunakan popularitasnya untuk menyentuh isu sosial. Seperti tahun 2018, Jimin menuai kontroversi saat menggunakan kaus yang merujuk pada pembebasan semenanjung Korea dari penjajahan Jepang selama perang Asia-Pasifik. 

Terlepas dari kesuksesan mereka sekarang, BTS masih aktif menggunakan media sosial, nge-vlog dan tetap terhubung dengan penggemar melalui platform media sosial. Enggak heran, penggemar BTS di seluruh dunia, ARMY, terkenal sangat solid dan memiliki jaringan yang kuat.

PSY

Sumber foto: Business Insider

PSY masuk ke pasar internasional dengan penampilan yang absurd, teknik menari yang rumit, serta kemampuan tari di tahun 2012. Saat dirilis tahun itu, Gangnam Style dengan mudahnya mencapai 500.000 penonton di YouTube, menjadikannya masuk sebagai enam video paling banyak ditonton di YouTube. 

Gangnam Style sendiri merupakan olok-olok terhadap gaya hidup mewah mereka yang tinggal di lingkungan paling kaya di Seoul dan PSY menari layaknya kuda yang bersemangat. 

Rich Brian

Sumber foto: SCMP

"Man, I don't give about a mothaf*****'po,I’ma pull up with that stick and hit yo’ motherf*****’ do.”

Lirik lagu itu dibawakan penyanyi bersuara bass yang dalam dari Brian Imanuel Soewarno. Rapper kelahiran Jakarta ini awalnya sudah sangat akrab dengan konten YouTube, Vine dan Twitter dan belajar sendiri bahasa Inggris dengan mendengarkan Childish Gambino dan Tyler, the Creator. 

Dua albumnya bahkan juga dirilis lewat chanel YouTube 88rising, yang kedua bersama RZA dan Joji. Mereka fokus pada cerita imigran dengan nada tambahan orkestra. Ini merupakan perubahan dari gaya rap-nya yang berat sebelumnya.

Namun apa yang dilihat sebagai masalah adalah nama panggung Brian sebelumnya, Rich Chigga, sebagai cercaan rasial, sesuatu yang pernah diakuinya merasa malu, mendorongnya untuk mengubah nama profesionalnya menjadi Rich Brian di tahun 2018. 

Yuna

Sumber foto: InStyle

Penyanyi bersuara sopran dan penulis lagu, Yunalis binti Mat Zara'ai, atau dikenal sebagai Yuna, telah mendapat jutaan followers, terutama di MySpace, dimana dia merilis EP tahun 2008. Salah satu lagunya, Deeper Conversation menarik label dari New York, sampai akhirnya dia bergabung tahun 2011, diikuti dengan kontrak bersama Verve Records tahun 2013. Sejak itu, dia telah merilis enam album dan dua EP, berkolaborasi dengan Usher, Tyler, the Creator, dan G-Eazy.

Sumber artikel asli