MILZERU – Seiring dengan era new normal yang diadakan sebagian besar kota di Indonesia, kini banyak orang yang menjual face shield sebagai pelindung wajah guna mencegah infeksi virus corona (COVID-19). Dari media social hingga e-commerce, banyak yang menjajakan face shield dengan harga yang terjangkau bahkan hingga ratusan ribu rupiah per unit. 

Face shield sendiri adalah alat pelindung wajah yang mirip seperti perisai yang dibuat dari plastik atau mika. Tapi kalian tau nggak sih kelebihan dan kekurangannya? Tenang gengs, tim Milzeru telah mengumpulkannya untuk kalian. Berikut ini kelebihan dan kekurangan face shield untuk pencegahan penularan virus corona.

Banyak Dicari Pas New Normal, Ini Kelebihan dan Kekurangan Face Shield

Foto: YouTube.com/technochic

Kelebihan face shield:

1. Memberikan Proteksi Sekaligus
Seperti dilansir dari New York Times (24/5/2020), face shield dianggap bisa memberikan proteksi area mata, hidung, sekaligus mulut. Studi simulasi batuk pada 2014 membuktikan, perisai wajah bisa melindungi penggunanya dari paparan virus sampai 96%, saat digunakan dalam jarak setengah meter dari orang yang batuk.

2. Praktis dan Minim Resiko
Tidak seperti masker, face shield juga cenderung praktis digunakan dan minim celah kesalahan cara penggunaan. Terkait sterilisasi, face shield bisa didisinfeksi di mana saja. Sehigga orang tak perlu repot membawa beberapa face shield saat berada di luar rumah.

3. Ramah Bagi Pengguna Bisu Tuli
Face shield juga dianggap lebih ramah pengidap bisu tuli yang mengandalkan pembacaan mulut untuk berkomunikasi karena dibuat dari bahan transparan.

4. Lebih Aman Dengan Jaga Jarak
Selain itu, dengan keunggulannya dari segi komunikasi, face shield bisa menunjang jaga jarak aman. Setiap orang bisa berkomunikasi tanpa perlu berdekatan.

Selain kelebihannya, face shield juga memiliki kekurangan, berikut ini kekurangannya:

1. Kurang Begitu Aman
Dianggap lemah dari sisi keamanan karena kuman masih memiliki celah untuk masuk di bagian samping dan bawah. Studi terkait efektivitas penggunaan face shield untuk melindungi diri dari paparan virus corona sesuai bukti belum tersedia.

2. Lebih Efektif Masker Untuk Penggunaan Luar Ruangan
Apabila harus memilih antara masker atau face shield saat beraktivitas di ruang publik, beberapa ahli punya jawabannya. Dokter spesialis pencegahan infeksi dari St. Joseph Hospital dan Mission Hospital California AS,  menjawab masyarakat wajib memakai masker saat berada di luar rumah.
"Pilih masker untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona, terutama bagi orang tanpa gejala," kata dia.

3. Diperuntukkan Bagi Petugas Kesehatan
Menurut Baliley, face shield lebih diperuntukkan sebagai APD bagi petugas kesehatan. Pasalnya, masyarakat umumnya tidak terpapar kontak dengan pasien berisiko tinggi dari jarak dekat. Masyarakat yang masih bisa memungkinkan jaga jarak aman minimal dua meter saat di luar rumah, cukup menggunakan masker.

Dokter spesialis penyakit menular dari NYU Winthrop Hospital AS, Bruce Polsky, MD, juga menyampaikan, face shield digunakan petugas medis sebagai perlindungan ekstra selain masker. "Face shield bukan pengganti masker, tapi perlindungan ekstra dari kontaminasi penyakit," jelas Polsky.

Menurut Polsky, face shield sangat penting bagi petugas kesehatan untuk menekan risiko penyebaran penyakit saat harus menangani pasien penyakit menular dari jarak dekat.

Kendati demikian, masyarakat dipersilakan mengenakan face shield sebagai perlindungan ekstra saat beraktivitas di luar rumah.

Asalkan, tetap sadar untuk memprioritaskan APD ini bagi petugas kesehatan yang lebih membutuhkan.
Selain itu, masyarakat juga tetap diminta sebisa mungkin tinggal di rumah, jaga jarak aman minimal dua meter saat berada di luar rumah, menjaga daya tahan tubuh, serta rajin membersihkan tangan.

Nah, itu dia kelebihan dan kekurangan face shield gengs.

Stay safe where ever you are ya!