MILZERU – Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan kebudayaan, baru-baru ini mengungkapkan wacananya mengenai praktik belajar mengajar dari rumah yang akan dipermanenkan. Namun, banyak pihak yang tidak menyetujui wacananya tersebut.

Penolakan datang dari mereka-mereka yang merasa dirugikan jika kebijakan ini teralisasikan.

BELAJAR DIRUMAH DIPERMANENKAN” KOK BANYAK YANG NOLAK SIH? YUKKK SIMAK ALASANNYA1

Ternyata 3 alasan ini yang menjadi pertimbangan banyak pihak:

- Pendapatan Ekonomi Rumah Tangga yang Berbeda 

“Apa sekolah hanya untuk mereka yang punya duit” ini kata yang sering terlontar dari mereka yang tidak setuju. Pertimbangan pendapatan ekonomi yang berbeda dalam setiap rumah tangga menjadi alasan kenapa mereka menolak wacana tersebut. Pasalnya menurut mereka pembelajaran dari rumah jauh lebih banyak mengeluarkan biaya.

- Akses Jaringan

Pendidikan hanya untuk mereka yang tinggal diperkotaan” Tidak seluruh daerah memiliki akses jaringan Internet yang memadai. Alasan ini juga kerap menjadi alasan utama penolakan wacana kebijakan yang dinilai tidak realistis dan tidak melihat seluruh pihak.

- Waktu Pendampingan

Bagi sebagian orang tua, waktu pendampingan belajar juga menjadi salah satu yang paling banyak menjadi alasan penolakan. Pasalnya bagi orang tua yang memiliki putra-putri yang duduk dibangku SD, SMP. Yang masih perlu dampingan saat proses belajar, menjadi sangat sulit ketika dilihat bahwa kebiasaan kedua orang tua baik ayah maupun ibu menjadipencari nafkah, sehingga tidak dapat mendampingi putra putrinya selama jam belajar berlangsung.

Nah 3 Alasan utama itu yang menjadi pertimbangan untuk menjalankan wacana pak mentri. Kalo Kamu setuju gak nihh belajar dirumah?? atau setuju sama 3 alasan diatas??