MILZERU – Beberapa hari ini, jagat media sosial dihebohkan dengan foto KTP seseorang dengan nama unik jika ditulis menyambung dan hanya orang jawa yang paham artinya.

Nama tersebut cukup unik karena ketika nama tersebut disambung menjadi 'Ditaleni Rafia', maka dalam Bahasa Jawa artinya 'Diikat (Tali) Rafia'.

Sosok pemilik nama Dita Leni Ravia sendiri adalah gadis Yogyakarta yang kini tengah viral.

Dita Leni Ravia, tercatat sebagai pelajar kelas 12 SMKN 1 Saptosari, dan menurut sang orangtua yakni Umy (39) dan Suro (47), pemberian nama unik tersebut punya tujuan tersendiri.

Saat itulah ayahnya memiliki inspirasi tersendiri yaitu ingin anaknya diberi nama Ditaleni (Diikat).

Sehingga biar lengkap dan unik maka lantas muncul ide dengan tambahan Rafia (Tali dari plastik warna-warni).

Sehingga keduanya sepakat untuk memberi anak sulung mereka Dita Leni Rafia.

Pemberian nama Dita Leni Rafia yang lahir pada tanggal 5 September 2002 tersebut sebenarnya juga memiliki makna.

Krena anak sulungnya tersebut lahir perempuan maka harus diikat agar tidak pergi ke mana-mana.

Tujuannya tidak lain agar anaknya lebih patuh kepada Agama dan kedua orangtuanya.

Umy bertutur, banyak tetangganya yang heran dengan pemberian nama anaknya tersebut.

Bahkan Kepala Dukuh mereka menanyakan keseriusan pasangan suami istri ini dengan pemberian nama tersebut.

Karena kemungkinan besar nanti ketika besar akan menjadi bahan bully-an. Namun keduanya tetap bersikukuh untuk tetap menggunakan nama tersebut.

"Semuanya mendukung, keluarga ataupun mbahe ndak apa-apa,"tuturnya.

Ternyata banyak pengalaman unik ketika dirinya bersama kakak dari Dafa peksi Elang Saputra (7) ini.

Ketika di Puskesmas atau rumah sakit, para dokter dan perawat selalu menanyakan nama unik tersebut.

Apalagi ketika dipanggil melalui pengeras suara, selalu menjadi bahan diskusi para pengunjung.

Dita sendiri mengaku tidak malu menggunakan nama tersebut. Bahkan ia bangga dengan nama pemberian orangtuanya tersebut. Meskipun terkadang menjadi bahan ejekan, namun ia mengaku tak pernah sedikitpun terbesit mengganti namanya tersebut.

Dita juga mengaku tidak pernah menjadi bahan bullian di sekolah. Bahkan di jurusan Otomotif yang ia tekuni tersebut. Dita mengaku justru dilindungi oleh teman-temannya. Karena ia satu-satunya murid perempuan, di sekolahnya juga berlaku akan disanksi oleh sekolah ketika akan membully seseorang.

"Banyak pengalaman sih. Pas lomba baca puisi bahasa Jawa di Wonosari sempat ditertawain sama jurinya,"ujarnya.

Kini berkat namanya yang unik dan sempat viral, pengikut instragramnya naik 4.000 lebih dalam 2 hari terakhir.

Sebelumnya Dita hanya memiliki follower 1.000 menjadi 5.000 orang dan aktif berinteraksi.

Sumber: antvklik.com