MILZERU – 

BERKURBAN DITENGAH PANDEMIC, INI HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN  1

Souce: Forumzakat.org

Berkurban merupakan salah satu anjuran islam. Dalam praktiknya berkurban seringnya dilakukan pada Hari Raya Idul Adha. Kamis 30 juli 2020 merupakan moment yang dimana sebagian umat islam melakukan kurban. Namun tentunya pada tahun ini terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Diamana sebagian umat islam akan melaksanakan kegiatan berkurban ditengah pandemic Covid-19 yang semakin hari semakin banyak korban akibat adanya virus Covid-19 atau corona.

Dikutip dari Kompas.com Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 36 Tahun 2020 mengenai shalat idul adha dan penyembelihan hewan kurban ditengah wabah virus corona (Covid-19). Keputusan ini dibuat agae masyarakat tetap menaati Protokol kesehatan baik saat melaksanakan Sholat Idul Adha maupun saat melakukan kegiatan berkurban.

“Menimbang juga di wilayah Indonesia wabah Covid-19 belum sepenuhnya terkendali, sehingga harus tetap melakukan kewaspadaan agar tidak terjadi peningkatan penularan” Kata Anwar, seperti yang dilansir di Kompas.com Sabtu (11/7/2020)

Oleh karena itu MUI mengeluakan fatwa agar menjadi pedoman bagi seluruh umat muslim di Indonesia dalam melakukan Shalat Idul Adha dan kegiatan Penyembelihan Hewan Kurban

Nahhh, sekarang yuk kita simak fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengenai begaimana melaksanakan ibadah Kurban.

BERKURBAN DITENGAH PANDEMIC, INI HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 2

Source:Google

Berikut ini adalah aturan pedoman yang dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) dalam melaksanakan kegiatan penyembelihan Hewan Kurban yang diatur didalam Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat Wabah Covid-19. Point Nomor 6.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah dan meminimalisir potensi penularan, yaitu:

  • Pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan saling menjaga jarak fisik (physical distancing) dan meminimalisir terjadinya kerumunan.
  • Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik (penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah.
  • Penyembelihan kurban dapat dilaksanakan bekerja sama dengan rumah potong hewan dengan menjalankan ketentuan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal.
  • Dalam hal ketentuan pada huruf c tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan.
  • Pelaksanaan penyembelihan kurban bisa mengoptimalkan keluasan waktu selama 4 (empat) hari, mulai setelah pelaksanaan shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah hingga sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah.
  • Pendistribusian daging kurban dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Adapun rekomendasi yang dianjurkan oleh MUI.

1. Meminta pengurus masjid menyiapkan Penyelengaraan shlat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban yang berpedoman sesuai fatwa yangditetapkan oleh pihak MUI.

2. Meminta panitia kurban agar dapat memfasilitasi jamaah yang hendak melaksanakan ibdah kurban dengan berpedoman pada Fatwa MUI Nomor 36 tahun 2020

3. Panitia kurban dan lembaga social yang bergerak dibidang pelayanan ibadah kurban disarankan menjadikan fatwa MUI nomor 36 Tahun 2020 menjadi pedoman

4. Meminta agar pemerintah menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, serta menyediakan sarana prasarana penyembelihan hewan kurban melalui Rumah Potong Hwan (RPH) sesuai dengan fatwa MUI Tentang standar penyembelihan halal.

Nahhh, udah tau kan sekarang harus berpedoman pada aturan yang mana biar kalian tetap bisa merayakan Idul Adha dengan penuh suka cita serta dapat melaksanakan anjuran berkurban walaupun berada ditengah Pandemic ini.