MILZERU – Dir Reskrimsus Polda Bali telah memeriksa musisi Superman Is Dead, Jerinx, terkait laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) soal dugaan pencemaran nama baik, Kamis (6/8).

Ada tiga hal pokok ditanyakan polisi kepada Jerinx terkait unggahannya yang menyebut IDI sebagai kacung WHO.

Direktur Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho mengatakan, pertanyaan pertama soal siapa yang mengunggah di akun Instragram @jrxsid. Atas pertanyaan tersebut, Jerinx mengaku dia sendiri yang melakukannya.

Kemudian soal tujuan Jerinx mengunggah hal tersebut. Jerink menjawab, tujuan unggahan itu untuk menggugah IDI sebagai satu-satunya organisasi profesi kedokteran yang mengambil tindakan atas ketidakadilan kepada rakyat soal rapid test sebagai syarat layanan kesehatan di rumah sakit.

Ketiga soal bubuhan emoji babi pada unggahan Jerinx di akun Instagramnya. Karena, kata Yuliar, pada unggahan yang lain tidak ada emoji babi.

Jerinx disebut mengaku membubuhi emoji babi karena saat itu ia sedang makan masakan khas Bali, nasi babi guling. Yuliar mengatakan, pihaknya menanyakan emoji babi karena setiap emoji memiliki makna.

Belum selesai sampai disitu, setelah selesai melakukan pemeriksaan Jerinx sempat diwawancara oleh salah satu temannya dan diunggah ke Media Sosial pribadinya dan memberikan Headline seperti berikut :

Unggahan tersebut berisikan caption "Pemolisian Anji atau Jerinx berlebihan, tak perlu, dan semakin mengukuhkan UU ITE sebagai "aturan karet" yang mudah menjerat siapa saja, untuk urusan yang semakin tak jelas batasannya. Lagipula jika benar keselamatan publik dipengaruhi opini 1-2 orang, berarti yang bermasalah NKRI-nya".

Selain Jerinx, musisi Anji mantan vokalis band Drive pun sedang dalam laporan terkait Vaksin Corona yang dikonfirmasi oleh dirinya dan rekan di video Youtube channel Dunia Manji yang sudah dihapus oleh Youtube.

Terkait masalah Vaksi Corona, Konspirasi Corona, dan pencemaran nama baik WHO. Ada Father Of Youtube Indonesia yang memberikan Tanggapan seperti ini :

Semoga semua masalah cepat selesai ya dan Indonesia tetap kompak dalam menghadapi masalah Covid-19.