MILZERU –  Wali Kota Bogor Bima Arya mengumumkan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas. Setelah munculnya data berupa angka positif di Wilayah Bogor. Bima Arya langsung bergerak cepat untuk menerapkan protokol-protokol yang diumumkan melalui unggahan video lewat instagram pribadi Bima Arya. 

Hal tersebut dilakukan karena Wilayan Bogor merupakan satu-satunya daerah di Jabar yang kembali ke zona merah. Sebelumnya status ini kerap disandang Kota Depok yang merupakan daerah perbatasan dengan DKI Jakarta.

Sebaran konfirmasi positif kasus COVID-19 di tingkat kelurahan di Kota Bogor, pada hari ini tersebar di 51 kelurahan dari 68 kelurahan atau 75 persen. Sedangkan sebaran konfirmasi kasus positif COVID-19 di tingkat RW di Kota Bogor pada Minggu ini tersebar di 115 RW dari 797 RW di Kota Bogor atau 14,42 persen. Data ini menunjukkan bahwa penularan atau kasus positif COVID-19 di Kota Bogor trennya terus meningkat.

Giliran Kena Rapid Massal! Bogor Masuk Kawasan Zona Merah Covid-19

Source : Bima Arya (Instagram)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghimbau anak-anak dan juga masyarakat yang lanjut usia (lansia) untuk betul-betul tidak keluar rumah apabila tidak ada hal-hal yang mendesak. Sebab, kasus penularan positif Covid-19 dari klaster rumah tangga menempati urutan tertinggi.

Selain itu, Pemkot Bogor juga akan memperpanjang masa PSBB pra new normal mikro atau pembatasan sosial mulai dari tingkat RT/RW.

Pembatasan aktivitas itu, Bima menilai, karena saat ini warga Kota Bogor masih kurang disiplin dalam menjalani protokol kesehatan. Dalam dua pekan terakhir lebih dari 10 orang terkonfirmasi positif baru.

Bima Arya juga meminta kepada warga untuk berikan aduan apabila ada pelanggaran atau kasus positif, otg yang lolos lewat aplikasi Si Badra.