MILZERU – Agensi Big Hit Entertaiment resmi membuka Initial Public Offering (IPO) di bursa saham Korea (KOSPI). Bersamaan dengan itu, Big Hit Entertaiment juga mengumumkan para member BTS menjadi pemegang saham label yang menaungi mereka.

Dikutip dari Soompi, kabar tersebut disampaikan langsung CEO Big Hit, Bang Si Hyuk. Sebagai pemilik saham tertinggi, Bang Si Hyuk memberikan 68.385 saham pada ketujuh member BTS. Penawaran IPO yang telah ditetapkan oleh Big Hit 105-135 ribu won atau sekitar 114 dolar AS per saham.

Jika penawaran berhasil, maka setiap anggota akan memiliki saham senilai total 9,23 miliar won atau sekitar Rp 114 miliar. Big Hit Entertainment juga membeberkan tujuan memberikan saham tersebut kepada RM, V, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, dan Jungkook.

"Big Hit ingin memperkuat hubungan kerja sama jangka panjang dengan artis inti."

"Kami juga ingin meningkatkan semangat tinggi dengan membagikan hasil dari pertumbuhan perusahaan," papar pihak Big Hit.

Dikutip dari Allkpop, Big Hit Entertainment berencana untuk memiliki 1.426.000 saham.

Artinya BTS akan memiliki 33,5 persen dari label dan 6,7 persen dari total saham. Sementara itu, CEO Big Hit, Bang Si Hyuk akan menjadi pemegang saham terbesar dengan 43,44 persen perusahaan. Mengutip dari Bloomberg, Big Hit dan BTS telah membantu mempopulerkan K-pop ke seluruh dunia.

Hal ini menambah visibilitas global hiburan Korea yang meningkat tajam. Single terbaru BTS, Dynamite juga berhasil menduduki puncak Chart Billboard Hot 100. BTS menjadi artis Asia pertama yang menjadi no 1 di tangga lagu US Music sejak "Sukiyaki" milik Kyu Sakamoto memegang posisi No. 1 selama 3 minggu pada tahun 1963.

IPO akan menguji minat investor untuk K-pop, mengingat bahwa saham saingan terdaftar SM Entertainment Co, rumah bagi boy band EXO.

Sayangnya saham SM Entertainment Co merosot sekitar 43 persen tahun ini hingga berada di posisi terendah Juni lalu. Kemerosotan ini merupakan dampak pembatalan konser karena pandemi virus corona.

Kini, saham SM Entertainment Co telah pulih dan sekarang turun 3 persen tahun ini. Sebelumbya di tahun 2017 lalu Big Hit telah edang mempertimbangkan untuk mendaftarkan IPO. Sejak pengumumannya itu, Big Hit berhasil meraup keuntungan hingga 170 juta dolar pada 2019.

Hal ini sekaligus menempatkannya di urutan kelima, tepat di belakang Elton John, menurut publikasi perdagangan konser Pollstar.

Big Hit juga akan membantu menggembleng pasar IPO di Korea Selatan yang mengalami penurunan volume listing dalam beberapa tahun terakhir.

Ada sekitar 2,81 miliar dolar yang telah dikumpulkan melalui penjualan saham pertama kali tahun ini, mendekati 3,38 miliar dolar yang diambil di sepanjang 2019.