MILZERU – Unesa menjadi trending di jagat Twitter saat ini. Hal ini awalnya disebabkan sebuah unggahan video berdurasi sekitar 30 detik berikan tentang cuplikan ospek online yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Surabaya atau disingkat Unesa terhadap mahasiswa baru kampus tersebut.

Dalam video singkat tersebut ada seorang mahasiswi baru yang terlihat ketakutan karena dibentak oleh seniornya lantaran tidak mengenakan ikat pinggang. Apa, ikat pinggang? Iya, ikat pinggang Gengs.

Pihak kampus Unesa melalui kompas.com membenarkan jika video tersebut adalah Pengenalan Kehidupan kampus Mahasiswa Baru (PKKBM) di Fakultas Ilmu Pendidikan. Rektor Unesa merasa menyesal atas kejadian tersebut dan mengakui kalau itu adalah sebuah kesalahan. Bagaimana tidak, dalam masa perkenalan kan bisa baik-baik, udah gak jamannya lagi minta dihormati kan Gengs?

Tapi dibalik kejadian ini, ada yang tahu tidak sejarah lahirnya Ospek di Indonesia? Bagi yang belum tahu, Tim Milzeru sudah mengumpulkan beberapa informasi mengenai hal ini. Yuk disimak bareng-bareng.

Awal mula munculnya MOS dan Ospek ternyata dating dari Universitas di luar negeri Gengs, yaitu Universitas Cambridge di Inggris. Universitas ini memang sangat terkenal dan mayoritas mahasiswanya adalah orang-orang dari kalangan berada.

Nah, pada zaman tersebut mereka yang berasal dari keluarga terhormat susah sekali untuk bisa taat kepada peraturan di kampusnya, mereka cenderung bersikap semaunya sendiri Gengs, dan juga mereka tidak punya rasa hormat sama sekali kepada senior mereka. Hal inilah yang memicu adanya peraturan baru di kampus bahwa, mahasiswa baru harus “diplonco” dulu sebelum bisa belajar di kampus tersebut.

Lalu bagaimana bisa masuk ke Indonesia?

Sebenarnya MOS dan Ospek sudah masuk sejak zamannya Kolonial Belanda. Awal munculnya di STOVIA atau Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (1898-1927) dan berlanjut ke masa Geneeskundinge Hooge School (GHS) pada tahun 1927-1942, yang sekarang lebih dikenal sebagai Fakultas Kedokteran UI. Kemudian MOS dan Ospek ini mulai kembali muncul di Indonesia sekitar tahun 1950.

Sampai saat ini MOS dan Ospek masih menjadi salah satu kewajiban yang harus dijalankan seorang siswa atau mahasiswa baru sebelum mereka memasuki sekolah atau kampus. Niat awalnya mungkin bagus kan Gengs, karena ingin mendidik para mahasiswa baru agar dapat bsia menghargai peraturan kampus sekaligus mengenalkan pelajaran atau kegiatan yang akan mereka lakukan di kampus tersebut.

Tapi sayang sekali sepertinya tujuan utama MOS dan Ospek banyak yang sudah menyimpang dari niat dasarnya. Contohnya ya kasus Ospek di Unesa ini Gengs.

Itu dia sejarah singkat tentang awal mula adanya MOS dan Ospek di Indonesia. Kalau menurut kalian MOS atau Ospek ini masih perlu nggak sih dilakukan?