MILZERU – Patah hati bukan harga mati, tapi sakitnya tidak bisa ditawar lagi. Berapa kali pun mengalaminya, patah hati tetaplah patah hati, tetap sakit rasanya. Kalau kata Fiersa Besari sih mau berkali-kali mengalami patah hati, kita tetap tidak pernah jadi profesional menghadapinya.

Kalian kalau lagi patah hati biasanya ngapain nih, Gengs? Makan banyak tanpa henti? Menangis sepanjang malam sepanjang hari? Melamun dan meratapi nasib? Atau malah berpikir untuk bunuh diri? Uhh jangan ya Gengs!

Galau, nangis, malas ngapa-ngapain sih udah pasti ya. Tapi galau sama nangisnya jangan lama-lama, jangan terlalu larut sama kesedihan. Kalian pernah dengar kalimat ini gak, "Jadikan patah hatimu menjadi royalti" widiiii.

Mungkin kalimat tersebut terdengar jahat atau apalah, tapi dari pada bunuh diri mending jadikan patah hati menjadi royalti kan? Lebih bermanfaat dan menghasilkan uang. Kamu bisa menuliskan kisahmu ke dalam bentuk puisi, cerpen, novel, lagu, atau apapun itu. Kalaupun tidak menjadi royalti, setidaknya menjadi karya seni yang bisa dinikmati.

Ada yang pernah bilang bahwa menjual kesedihan itu selalu laku. Kenapa? Mungkin karena kesedihan adalah milik semua orang. Tentu di muka bumi ini ada banyak sekali manusia yang pernah mengalami patah hati. Kalian tahu gak sih, kalau cerita-cerita patah hati yang terdapat di novel atau lagu banyak dialami oleh orang-orang lho Gengs. Relate banget, lagu ini aku banget. Kira-kira begitu responnya.

Tapi menjual kesedihan itu baik enggak sih? Jawabannya bisa baik bisa buruk. Tergantung dari sudut mana kalian memandang. Yaa daripada bunuh diri kan?

Coba kalian dengar lagu terbarunya Mahen yang judulnya 'Datang Untuk Pergi', lagu itu bercerita tentang seseorang yang kecewa karena orang yang dia cintai pergi gitu aja, singgah tanpa bermaksud sungguh, ya tentang patah hati-patah hati juga. Dan lagunya enak didengar lho.

Baca juga: Begini Makna Lirik Lagu Terbarunya Mahen – Datang Untuk pergi

Atau kalau kalian suka baca buku, kalian bisa baca bukunya Fiersa Besari yang berjudul 'Arah Langkah' dan 'Tapak Jejak. Dari patah hatinya, dia memulai perjalanannya mengelilingi Indonesia, dan cerita perjalanannya telah menjadi dua buku yang sangat laris.

Enggak ada yang salah dengan mengabadikan patah hati lewat karya. Lagipula, berbagi kisah sedih kan kadang justru malah bisa menguatkan. Kamu bisa sedikit lega, orang lain bisa sedikit mengerti. Dan yang paling penting, kamu dan mereka tahu bahwa kalian tidak patah hati sendiri.