MILZERU – Di negara demokrasi ini, tentu aksi unjuk rasa atau demonstrasi menjadi hal yang lazim. Menurut Pasal nomor 9 tahun 1998, Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ada puluhan, ratusan bahkan ribuan aksi yang pernah digelar di negara kita ini. Mulai dari aksi skala kecil yang tidak tercatat dalam sejarah bahkan sampai aksi nasional yang sampai memakan korban pernah terjadi.

Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan antara aksi yang terjadi di zaman dulu dengan aksi di zaman sekarang.

1. Cara berdemonstrasi

Di zaman modern ini demonstrasi tidak hanya dilakukan di jalanan tetapi bisa juga dilakukan secara daring (dalam jaringan) dengan cara menaikkan tagar di media sosial. Tentu hal ini tidak bisa dilakukan di zaman dulu karena teknologi yang belum canggih.

2. Mahasiswa Serius VS Mahasiswa Receh

Walaupun mengkritik pemerintah, tetapi anak zaman sekarang tetap tidak kehilangan gaya recehnya. Hal tersebut terlihat jelas di poster-poster yang mereka tulis sendiri. Bahkan ada yang malah mencantumkan nomor telponnya, mencari jodoh wkwk.

Kalau di zaman dulu, bercanda seperti itu dianggap mengkhianati perjuangan. Para mahasiswa melakukan demo dengan serius dan berwibawa. Tetapi walaupun generasi millenial dan Gen Z menunjukkan kerecehannya, hal tersebut tetap tidak menghilangkan kritik yang mereka tujukan kepada pemerintah.

3. Teknologi Memudahkan Koordinasi

Generasi millenial dan Gen Z tentu diuntungkan dengan teknologi yang semakin canggih. Berbeda dengan zaman dulu,  koordinasi dibutuhkan berminggu-minggu karena saat itu hanya ada teknologi telepon umum dan telepon rumah.

Sedangkan sekarang, ada media sosial yang sangat memudahkan mahasiswa untuk mengoordinasi massa. Kecepatan penyampaian informasi tersebut bukan hanya memudahkan, bahkan aksi bisa dilakukan di sana, dunia maya.

Walaupun ada beberapa perbedaan antara aksi yang dilakukan pada zaman dulu dan sekarang, tentu tujuan dari aksi yang dilakukan tetap sama, yakni demi kepentingan, keadilan dan kesejahteraan rakyat. Jika wakil rakyat melupakan tugasnya, maka kita, rakyat, harus mengingatkan.