MILZERU – Hampir setiap akhir pekan dan musim liburan, kawasan wisata Puncak, Bogor selalu ramai dikunjungi wisatawan. Bagaimana tidak, ada banyak objek wisata yang bisa dikunjungi di sini. Ditambah lagi udaranya yang sejuk tentu membuat orang-orang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.

Tapi kalian tahu tidak sih, bahwa beberapa tempat di kawasan Puncak ini masih kental dengan mitos dan cerita mistisnya. Uhh ngeri ya. Apa aja sih tempatnya dan seberapa seram tempat tersebut? Tim Milzeru telah merangkumnya sebagai berikut:

Talaga Warna

Jangankan berkunjung, dulu, hampir tidak ada orang yang mau mendekati Telaga ini karena cerita seram yang dimiliki warga setempat. Konon, diceritakan bahwa dulu ada seorang Raja dan Ratu ingin memiliki keturunan. Mereka berdoa kepada sang Maha Kuasa dan akhirnya lahirlah seorang putri. Namun, putri tersebut terlalu dimanjakan dan apapun keinginannya selalu dipenuhi.

Hingga pada suatu hari sang Putri berulang tahun. Ia meminta hadiah kalung terindah di muka bumi yang belum pernah dimiliki siapapun. Raja berusaha menuruti permintaannya lalu menyuruh anak buahnya untuk mencari kalung tersebut. Tetapi hasilnya nihil.

Karena tidak ingin anaknya bersedih akhirnya sang Ratu memberikan kalung miliknya. Kalung itu berhiaskan batu permata berwarna-warni. Namun, sang Putri menolak karena kalung itu bukan yang dia inginkan. Karen penolakan itu, sang Ratu sangat bersedih dan menangis sejadi-jadinya. Air mata itulah yang akhirnya membentuk Telaga Warna.

Lalu, di sana juga dipercaya bahwa ada dua ekor ikan berwarna hitam dan kuning. Bila ada orang yang bisa melihat ikan tersebut meloncat ke permukaan, konon katanya segala hajatnya akan terkabul.

Curug Panjang

Curug Panjang memang cukup terkenal angker nih Gengs. Katanya di sini terdapat beberapa pintu menuju "kerajaan" dunia lain. Tempat ini diyakini sebagai tempat bertemunya para raja kerajaan di Nusantara. Wahh, kalian kalau datang ke sini harus sopan nih, banyak raja soalnya.

Selain itu, ada seorang pedagang cilok yang mengaku pernah didatangi dua sosok makhluk saat ia sedang berjualan di sana. Saat itu ia sedang tertidur di sebuah saung, cuaca sedang hujan sehingga wisatawan menjadi lebih sepi, lalu tiba-tiba saung yang dia tempati digoyangkan oleh makhluk tersebut. Lalu pedagang cilok tersebut langsung lari terbirit-birit.

Curug Cilember

Curug ini dipercaya sebagai tempat mandinya putri dari Kerajaan Siliwangi. Masyarakat setempat percaya bahwa dulu Curug ini adalah tempat para putri dan sang prabu melakukan ritual mandi.

Bukan hanya itu, Curug Cilember juga dipercaya bisa membuat awet muda, terhindar dari penyakit, dan dekat jodoh. Banyak pengunjung yang berziarah ke makam keramat Embah Jaya Sakti, hal tersebut dipercaya bisa memberikan kekuatan dan berkah. Makam tersebut berlokasi di air terjun nomor 7.

Bahkan ada pula pengunjung yang melakukan ritual mandi pada malam Jumat Kliwon di air terjun nomor 7. Konon katanya ritual mandi tersebut dapat memberikan dua manfaat. Air terjun di sebelah kiri bisa memberikan wajah awet muda, dan air terjun sebelah kanan bisa memberikan kekuatan.

Jembatan Tak Berujung, Riung Gunung

Kalau kalian sering ke puncak pasti udah gak asing ya sama jembatan yang satu ini. Jembatan ini sekilas terlihat seperti JPO ya, namun salah satu ujungnya berada di tengah jalan, ujung yang lainnya tak terlihat. Di jembatan tersebut terdapat tulisan "Riung Gunung"

Dikatakan bahwa jembatan tersebut merupakan jalan menuju sebuah villa yang disebut-sebut sebagai tempat peristirahatan Presiden RI pertama, Soekarno. Villa tersebut berada di atas bukit namun terhalang oleh rimbun pepohonan dan kabut yang menyelimuti sekelilingnya.

Di dalam villa tersebut terdapat kamar rahasia, katanya sih Gengs, kamar itu dulunya tempat Soekarno beristirahat. Dan kamar itu gak boleh dibuka. Bahkan ada yang mengatakan bahwa di bawah jembatan menuju villa tersebut ada harimau penjaga. Jadi kalian jangan macem-macem yaa.

Gimana, masih berani gak main ke Puncak? Ya tetap harus berani dong. Selama kita sopan dan tidak menggangu tentu "mereka" juga tidak akan mengganggu. Kalau kata orang tua Sunda mah, "pada-pada bae" hihi.