MILZERU – Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat kaget dengan viralnya foto di media sosial yang menunjukkan seekor Komodo berhadapan denfan truk pembawa perlengkapan konstruksi. Foto tersebut diduga berada di Pulau Rinca, NTT.

Pulau Rinca merupakan salah satu pulau yang berada di Kawasan Taman Nasional Komodo. Taman Nasional Komodo ini telat di tetapkan sebagai satu diantara situs warisan dunia oleh UNESCO pada 1991.

Taman Nasional Komodo juga pernah masuk kedalam New Seven Wonders (Tujuh keajaiban dunia), karena keajaiban alam dan spesies yang ada di dalamnya.

Foto Komodo berhadapan dengan truk itu salah satunya di unggah di akun Twitter @KawanBaikKomodo. Pada unggahan tersebut disandingnkan dengan foto terbaru proyek bangunan wisata Jurassic di Taman Nasional Komodo.

Koordinator Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Edo Rakhman mengkritik Langkah pemerintah Presiden Joko Widodo yang membangun ‘Jurassic Park’ di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Edo menilai pembangunan ‘Jurassic Park’ berpotensi meningkatkan konflik antara Komodo dengan manusia di hari mendatang. Selain itu, hal ini akan berdampak pada aktivitas keseharian Komodo serta berpengaruh buruk terhadap perkembangbiakkan Komodo.

“Masyrakat adat atau masyarkat lokal, perlahan-lahan pasti akan tersingkir, termasuk tatanan ekonomi lokal komunitas akan hancur karena akan tergerus dengan ekonomi-ekonomu kapitalis yang akan masuk’ ucap Edo.

Jadi siapa ya gengs yang mencetuskan pertama kali, dan apa alasan pemerintah mau membangun ‘Jurassic Park’?

Berdasarkan informasi, rencana pembangunan ‘Jurassic Park’ di pulau Rinca pertama kali dicetuskan oleh Luhut B Pandjaitan saat masih menjabar sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman tahun 2019.

Luhut mengklaim ‘Jurassic Park’ di Pulau RInca akan memiliki pusat penelitian, dan penduduk setempat nantinya akan lebih sejahtera.

Direktur Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina mengatakan pemerintah sangat perduli terkait pelaksanaan pembangunan di zona pemanfaatan Loh Buaya, Pulau Rinca.

Shana memastikan pembangunan di Loh Buaya tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati dan membriefing seluruh pekerja agar sampai mengganggu satwa yang ada di Loh Buaya.

Dengan viralnya foto truk yang dihadang oleh Komodo tersebut, shana meminta agar masyarakat tidak menafsirkannya secara berlebihan. Sebab, penggunaan truk di lokasi itu dilakukan untuk membawa tiang pancang yang berat dan membutuhkan alat berat di lokasi untuk mengangkutnya.

Dalam akun Twitter resmi Kementrian LHK menyebut, truk yang berada di Taman Nasional Komodo itu mengangkut material pembangunan. Sebab saat ini dikawasan tersebut sedang dilakukan perbaikan Pelabuhan.

Masih di kutip  dari akun resmi Kementrian LHK, Populasi Komodo di Taman Nasional Komodo berada di lima pulau utama. Yakni, Pulau Komodo, RInca, Padar, Nusa Kode (Gili Dasami), dan Gili Motang.

Pulau Rinca dengan luas sekira 20.000 hektar dihuni oleh 1.300 ekor komodo.Sementara, populasi komodo di Lembah Loh Buaya adalah 5 persen dari populasi di Pulau Rinca  atau sekira 66 ekor.

Ada sekitar 15 ekor komodo yang berkeliaran di sekitar area pembangunan sarana dan prasarana di Loh Buaya.

Selama proses pembangunan sarana prasarana, satwa komodo diawasi oleh 5 sampai 10 petugas lapangan, untuk memastikan satwa komodo aman dan terlindungi.

Semoga pembangunan ‘Jurassic Park’ ini tidak  menimbulkan dampak seperti yang di tampilkan di film yaa gengs. Menurut kalian gimana nih tentang pembangunan ini?