MILZERU – Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya, adat, tradisi bahkan mitos. Di negara kita tercinta ini masih banyak sekali mitos yang beredar dan masih dipercaya oleh masyarakat. Salah satunya adalah menikah dengan suku tertentu yang jika pernikahan tersebut berlangsung maka pernikahannya tidak akan langgeng atau terus menerus didatangi masalah.

Mitos sendiri merupakan bagian dari legenda rakyat atau folklor yang menurut KBBI berarti adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun, tetapi tidak dibukukan. Bisa dibilang mitos ini hanya cerita yang tersebar dari lisan ke lisan saja.

Di era modern ini sesuatu yang bersifat mitos seringkali ditanyakan ulang dan dicari kebenaran faktanya. Tetapi di Indonesia, rasa-rasanya mitos telah mendarah daging meski fakta telah disuguhkan. 

Berikut ini adalah beberapa mitos cinta terlarang antar suku di Indonesia.

Suku Sunda dan Jawa

Pasti kalian sering mendengar bahwa pantang bagi suku Sunda menikah dengan suku Jawa. Pernikahan antara suku Sunda dan Jawa dianggap cukup tabu. Alasan dilarangnya pernikahan suku Sunda dan Jawa ini berasal dari perang Bubat antara kerajaan Majapahit dari tanah Jawa dengan kerajaan Padjajaran dari tanah Sunda. Perang tersebut seakan menyisakan "permusuhan" bagi kedua suku ini yang akhirnya menimbulkan mitos pernikahan antara suku Jawa dan Sunda.

Dilansir dari kumparanSTYLE, Notty J Mahdi, Antropolog dalam Forum Kajian Antropologi Indonesia mengatakan, "Dalam masyarakat Jawa, berkembang pemahaman jika perempuan Sunda tidak bisa memegang uang karena mereka suka berdandan, tidak bisa memasak, mengurus rumah tangga, tidak sopan, dan lain-lain. Stereotype ini muncul karena pada suatu masa, saat orang-orang Jawa datang ke daerah Pasundan, mereka melihat kegemaran perempuan Sunda yang duduk-duduk di depan rumah dan berdandan. Hal ini berbeda dengan kebiasan perempuan Jawa. Perbedaan kebiasaan ini yang kemudian menimbulkan anggapan perempuan Sunda itu materialistis."

Ternyata selain alasan sejarah perang Bubat, ada alasan lain ya kenapa mitos tersebut bisa beredar. Tetapi meskipun begitu tidak sedikit pasangan yang berasal dari kedua suku tersebut yang pernikahannya langgeng-langgeng saja.

Suku Batak dan Jawa

Karakter suku yang berbeda menjadi salah satu alasan mengenai mitos tersebut. Batak terkenal keras dan blak-blakan sedangkan Jawa terkenal lemah lembut. Selain itu suku Batak identik dengan masyarakatnya yang beragama Kristen, sedangkan suku Jawa mayoritas beragama Islam. 

Karena perbedaan agama tersebut membuat suku Jawa dan suku Batak menghindarinya. Padahal tidak semua orang Batak beragama Kristen. Selain itu, orang Jawa tidak memiliki marga yang membuat orang Batak harus melakukan upacara pemberian marga agar keturunan mereka kelak dapat melakukan adat.

Suku Minang dan Sunda

Orang Minang memiliki stereotip bahwa mereka itu pelit. Sedangkan perempuan Sunda dikenal matre dan suka berfoya-foya. Karakter yang bertolak belakang inilah yang memunculkan pendapat bahwa keuangan rumah tangga mereka nantinya tidak akan stabil

Selain itu Minangkabau menganut sistem matrilineal yang berarti garis ibu yang diikuti, bukan bapak. Di Minangkabau juga ada istilah "beli" laki-laki, sedangkan di Sunda perempuan yang biasa dibawakan oleh laki-laki. Pun ketika lelaki Sunda menikah dengan perempuan Minang, mereka mungkin akan tertekan karena perempuan biasa berperan mengambil keputusan termasuk dalam rumah tangga.

Itu dia beberapa mitos cinta terlarang antar suku di Indonesia. Kalian sendiri bagaimana, di sekitar kalian ada yang pernah mengalaminya atau justru kalian sendiri yang mengalami?