MILZERU – Tanggal 16 November diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional. Hari Toleransi Internasional ini ditetapkan sejak ulang tahun UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang ke 50 pada 16 November 1955 oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) dengan harapan agar toleransi semakin meningkat.

Saat penetapan hari Toleransi tersebut, negara yang merupakan anggota UNESCO melakukan Deklarasi Prinsip-prinsip Toleransi. Salah satunya dengan menempatkan toleransi dan hubungannya dengan instrumen HAM internasional.

Deklarasi ini juga menyatakan dengan tegas bahwa toleransi merupakan bentuk penghormatan, bukan perbedaan. Toleransi ialah apresiasi terhadap kekayaan budaya dunia dan bentuk ekspresi sebagai manusia.

Masyarakat di dunia sangat beragam, bahkan dalam satu negara pun bisa terdapat banyak keberagaman, oleh karena itu toleransi ada untuk memastikan masyarakat dapat hidup berdampingan dengan keberagaman itu.

Toleransi juga bukan hanya sebagai tugas moral, tetapi juga prasyarat politik dan legal bagi individu, kelompok, maupun negara.

Menurut KBBI V, Toleransi berarti sifat atau bersikap toleran. Toleran sendiri berarti bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Toleransi diharapkan tidak hanya mudah untuk diucapkan tetapi juga bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Bahkan bisa diterapkan dilingkungan sekolah atau pekerjaan sekalipun.

Hari Toleransi Internasional juga menginisiasi pendidikan toleransi yang bertujuan untuk menciptakan suasana harmonis di dalam masyarakat majemuk dan beragam.

Misalnya negara Indonesia yang memiliki sekitar 1.340 suku bangsa (menurut BPS, 2010). Sebagai negara yang sangat beragam, memiliki banyak suku, budaya dan agama,  Indonesia sangat memerlukan sikap toleransi. Jika tidak memiliki sikap toleransi maka perpecahan sangat mungkin terjadi di negara kita tercinta ini.