MILZERU – Hi Gengs! Penduduk memang sangat penting di dalam sebuah kota dan negara. Namun, bagaimana jadinya kalau ada sejumlah kota di dunia yang justru kehilangan penduduknya. Hemm Ya, tentunya wilayah tersebut akan menjadi kota mati bukan?

Memang pasti ada alasan mengapa para penduduk lari dari kota tersebut. Biasanya melibatkan kemanan dan keselamatan para penduduknya hingga mereka memilih melarikan diri.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut merupakan sejumlah kota yang menjadi kota mati menyeramkan Di Dunia.

1. Ripyat, Ukraina

7 Kota Mati Paling Menyeramkan di Dunia

Kota Pripyat adalah kota hantu di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Oblast Kiev, utara Ukraina, dekat perbatasan Belarus. Kota ini dibangun pada tahun 1970 untuk para pegawai pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl beserta keluarganya. Kota ini dinamai seperti sungai yang mengalir di dekatnya. Namun, kota ini hanya sempat dihuni selama 16 tahun aja loh Gengs.

2. Centralia, Pennsylvania – AS

7 Kota Mati Paling Menyeramkan di Dunia

Centralia adalah sebuah kota mati di Columbia County, Pennsylvania, Amerika Serikat. Populasinya turun drastis dari 2.761 warga pada tahun 1980 hingga 10 orang di tahun 2010. Penyebabnya adalah kebakaran tambang batubara yang terjadi pada tahun 1962.

Di bawah tanah Centralia terdapat api dari tambang batubara yang sudah lama terus menyala hingga sekarang sejak tahun 1962. Awalnya, penduduk kota ini tidak mau pindah karena mengira hal ini bukanlah sesuatu bahaya. penududuk Centralia diungsikan ke tempat lain. Sampai sekarang tempat ini masih terlarang untuk dimasuki, karena hingga saat ini api yang melalap tambang tersebut masih berkobar di bawah tanah.

Akhirnya Gengs, kota ini jadi kota mati yang hanya menyisakan beberapa orang dan sebuah bangunan gereja yang masih melanjutkan pelayanannya. Ihh serem ya..

3. Wittenoom, Australia

7 Kota Mati Paling Menyeramkan di Dunia

Wittenoom, sebuah kota kecil di Australia, harus ditinggalkan penghuninya. Pemerintah menutup kota ini karena warganya sakit-sakitan yang disebabkan imbas udara yang kotor.

Padahal Wittenoom pernah terkenal dengan tambang asbesnya. Dan kota ini adalah satu-satunya pemasok asbes biru di negara Australia selama kurun waktu dari tahun 1950-an sampai 1960-an.

4. Oradour-sur-Glane, Prancis

7 Kota Mati Paling Menyeramkan di Dunia

Selanjutbya di desa di Haute-Vienne, Nouvelle-Aquitaine, Prancis ini hancur ketika terjadi pembantaian massal pada tanggal 10 Juni 1944. 642 Penduduk Oradour-sur-Glane dibantai dengan sadis oleh pasukan Waffen-SS milik Nazi Jerman. Di antara para korban termasuk 247 wanita dan 205 anak-anak. Hanya satu orang penduduk yang berhasil selamat dari serangan maut tersebut.

5. Bodie, California - AS

7 Kota Mati Paling Menyeramkan di Dunia

Kota Bodie di California pernah terkenal karena tambang emasnya ada tahun 1859. Saat itu, kota Bodie di California ini mempunyai 8.500 penduduk dengan lebih 2.000 bangunan.

Tapi pada 1881, tambang emas di kota ini mulai menipis, ditambah lagi ada kebakaran yang terjadi pada tahun 1932 yang menghanguskan hampir semua bangunan di kota ini. Tak lama setelahnya, kota ini mulai ditinggalkan secara besar-besaran.

 6. Desa Houtouwan, Tiongkok

7 Kota Mati Paling Menyeramkan di Dunia

Houtouwan adalah sebuah desa tak berpenghuni yang berada di Pulau Shengshan, Tiongkok. Letaknya tak jauh dari kota Shanghai yang justru padat penduduk. Desa nelayan ini dulunya merupakan rumah bagi lebih dari 2.000 warga.

Kondisi ekonomi yang sulit, buruknya fasilitas pendidikan, ditambah dengan kawasan yang sulit dijangkau untuk pengiriman barang kebutuhan pokok, membuat warga Houtouwan memutuskan untuk meninggalkan kampung mereka pada tahun 1990-an.

Sejak ditinggalkan penduduknya, Houtouwan 'dikuasai' tumbuhan liar. Seluruh bangunan yang ada di sana terselimuti tanaman merambat, ihh Serem kan Gengs.

7. Nagoro, Jepang

7 Kota Mati Paling Menyeramkan di Dunia

Dan yang terakhir ini adalah sebuah desa terpencil di Lembah Iya, Shikoku, Prefektur Tokushima, Jepang, mungkin kita akan merasa seperti melangkah ke setting film horor. Pasalnya, desa itu dipenuhi dengan boneka seukuran manusia yang tersebar di berbagai titik.

Boneka-boneka di Nagoro merupakan buah karya dari Ayano Tsukimi, seorang wanita lanjut usia. Tsukimi merupakan satu dari segelintir penduduk yang masih bertahan di Nagoro. Sisanya sudah pindah ke kota atau desa yang menawarkan penghidupan lebih baik.

Tiap kali ada tetangganya yang meninggal atau meninggalkan desa, Tsukimi akan segera membuat boneka tiruan mereka, lalu memposisikan boneka-boneka tersebut seperti sedang melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan.

Tsukimi menganggap boneka-boneka buatannya sebagai suatu bentuk penghormatan terhadap jiwa para kerabat yang sudah pergi mendahuluinya.