MILZERU – Kalian sadar gak sih, sebenarnya di luar angkasa itu banyak sekali sampahnya lho. Sampah di luar angkasa berupa pecahan puing-puing dari alat-alat yang diterbangkan ke luar angkasa. Jumlah mereka sangat banyak hingga mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu lho Gengs.

Adalah Rusia, Amerika Serikat, dan China yang menjadi negara penyumbang sampah luar angkasa terbanyak. Ketiga negara ini memiliki andil mencapai puluhan ribu sampah luar angkasa. Rusia telah mengakui atas 14 ribuan puing-puing sampah, kemudian diikuti oleh Amerika Serikat dengan 8 ribuan puing sampah dan China dengan 4 ribuan puing sampah.

Karena hal inilah, salah satu negara maju di dunia mencoba untuk mengembangkan sebuah satelit yang tidak menimbulkan sampah luar angkasa. Negara tersebut adalah Jepang. Perusahaan Sumitomo Forestry di Jepang mengembangkan satelit dari kayu untuk mengurangi sampah di luar angkasa.

Perusahaan ini akan bekerjasama dengan Universitas Kyoto untuk melakukan penelitian dengan melakukan beberapa eksperimen, memilah jenis-jenis kayu yang akan ditempatkan di lingkungan luar angkasa, tempat ekstrem bumi.

"Kami sangat prihatin dengan fakta bahwa semua satelit yang masuk kembali ke atmosfer bumi terbakar dan menciptakan partikel alumina kecil yang akan mengapung di atmosfer atas selama bertahun-tahun," kata Takao Doi, astronot yang kini menjadi profesor di Universitas Kyoto, seperti dilansir dari laman BBC, (30/12).

Tapi sabar dulu ya Gengs, karena satelit kayu ini masih dalam tahap penelitian, dan baru direncanakan meluncur pada tahun 2023 mendatang. Satelit ini diharapkan tidak akan membuat penambahan jumlah puing sampah di luar angkasa, karena kayu ini diharapkan akan terbakar tanpa melepaskan zat berbahaya ke dalam atmosfer dan juga tidak menghujani bumi dengan puing-puing sampah.

Profesor Doi mengatakan tahap selanjutnya adalah pengembangan model rekayasa satelit yang selanjutnya akan dibuat model penerbangan. Sebagai astronot ia mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Maret 2008.

Keren! Jepang Buat Satelit Dari Kayu Untuk Kurangi Sampah Luar Angkasa

Selama misi itu, ia menjadi orang pertama yang melempar bumerang ke luar angkasa yang telah dirancang khusus untuk digunakan dalam microgravity.

Seiring dengan banyaknya pesawat luar angkasa dan satelit yang diluncurkan, sampah luar angkasa kerap jadi sorotan ahli karena berpotensi jatuh ke bumi.

Pakar dan peneliti luar angkasa telah menyelidiki berbagai pilihan untuk menghilangkan dan mengurangi sampah luar angkasa termasuk merancang satelit kayu.

Ada hampir 6.000 satelit yang mengelilingi Bumi, menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF). Sekitar 60% dari mereka sudah tidak berfungsi dan berubah jadi sampah luar angkasa.

Perusahaan riset Euroconsult memperkirakan 990 satelit akan diluncurkan setiap tahun pada dekade ini, yang berarti pada 2028, mungkin ada 15.000 satelit di orbit.