MILZERU – Kebijakan baru yang akan diberlakukan WhatsApp tengah menjadi perbincangan saat ini Gengs. Terdapat notifikasi mengenai pembaruan Persyaratan Layanan dan Kebijakan Privasi dari WhatsApp. Notifikasi ini mulai diterima oleh  para pengguna dalam beberapa hari belakangan. Dari panjangnya persyaratan layanan dan kebijakan tersebut, ada beberapa poin yang disoroti oleh para pengguna WhatsApp, yaitu tentang pembagian data para pengguna ke perusahaan induknya, yaitu Facebook.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan membaca ketentuan privasi sebelum menyetujuinya. Di bawah ini ada 5 poin dalam kebijakan baru privasi Whatsapp, berikut poin-poinya :

Berbagi data

Dalam pembaharuan kebijakan dari Whatsapp ada beberapa pembaharuan penting yang salah satunya adalah pengguna wajib menyetujui bahwa datanya akan diteruskan kepada Facebook. Jika kalian masih ingin menggunakan aplikasi chat gratis ini, kalian wajib menyetujuinya ya.

Mulai berlaku 8 Februari 2021

Persyaratan baru dan kebijakan privasi Whatsapp akan mulai berlaku pada 8 Februari 2021. Pengguna wajib menerima persyaratan dan perubahan untuk tetap menggunakan akunnya, setelah batas waktu yang ditentukan. Namun, jika kalian tidak menyetujui kebijakan baru ini, maka kalian dapat menghapus akun WhatsApp kalian. Kalian sekalu pengguna bisa mengetahui informasi lebih lanjut melalui help center mereka.

Data yang diteruskan ke Facebook

Setelah kalian menyetujuinya, akan ada beberapa data kalian yang akan diteruskan kepada Facebook selaku induk perusahaan dari Whatsapp itu sendiri, berikut ini beberapa data yang akan diteruskan:

Identifier

Pada dasarnya merupakan informasi akun yang disediakan pengguna ketika pertama kali mendaftar di aplikasi WhatsApp, termasuk nomor telepon, nama profil, foto profil, dan status. Ada juga informasi perangkat seluler serta alamat IP yang digunakan pengguna.

Usage data

Informasi berupa berapa lama pengguna menggunakan WhatsApp, pada jam berapa, atau untuk tujuan apa, seperti melakukan panggilan atau chat, berapa pesan yang pengguna kirim, dan lainnya.

Purchases

Kemungkinan berkaitan dengan data terkait pembelian apapun yang pengguna lakukan via WhatsApp.

Baru-baru ini, WhatsApp diketahui meluncurkan fitur pasar digital untuk membantu orang membeli barang melalui aplikasinya.

Location

Ini terkait lokasi pengguna berada. Informasi lokasi yang dikumpulkan WhatsApp hanya berupa gambaran kasar yang tidak terlalu akurat.

User Content

Pesan WhatsApp sebenarnya sudah dilengkapi dengan enkripsi end-to-end sehingga pihak lain, bahkan pihak WhatsApp sendiri tidak dapat mengaksesnya untuk tujuan periklanan atau analitik. Sehingga, jenis konten pengguna sebagaimana dimaksud

Diagnostics

Data yang dikumpulkan WhatsApp terkait kondisi lalu lintas jaringan di aplikasinya.

Contact Info

Semua kontak yang ada di ponsel pengguna.

Financial Info

WhatsApp mengumpulkan detail informasi pembayaran, seperti saat pengguna menggunakan WhatsApp Pay.

Data terbatas pada 2016

Pihak WhatsApp menjelaskan bahwa, pembagian data kepada Facebook hanya dilakukan mulai dari tahun 2016 saja. Hal ini dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur perusahaan.

Pembaruan pada awal tahun 2021 menekankan pada perpesanan WhatsApp Business, yang saat ini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsApp.

Hal ini mengartikan, percakapan yang terjadi pada akun bisnis akan disimpan di server Facebook. Meski begitu, pengguna masih diberikan kebebasan untuk memilih, apakah ingin berinteraksi dengan akun bisnis tersebut atau tidak.

Sistem enskripsi

Kebijakan privasi dan persyaratan layanan baru, masih menggunakan sistem enskripsi secara end-to-end.

Dengan ini, WhatsApp atau Facebook tidak dapat mengakses percakapan pribadi pengguna. Enkripsi merupakan proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus.

Data pesan teks maupun suara akan diacak oleh algoritma WhatsApp, setelah dikirim dan sebelum dibuka, sehingga data yang berjalan di antara pengirim dan penerima sifatnya acak.