MILZERU – Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara yang kaya, baik dari kekayaan adat, budaya, hingga jumlah wilayah yang tersebar di seluruh nusantara, dari Sabang sampai Merauke.

Nah sahabat Zeru, bicara soal daerah di Indonesia, ada yang tahu nggak sih kalau beberapa kota yang kita kenal sekarang, pada masa dahulu memiliki nama yang jauh berbeda pada masa kolonial Belanda, lho!

Jakarta misalnya, sebelumnya bernama Batavia ,lho. Nama Batavia dipakai sejak tahun 1621 hingga tahun 1942, hingga kekuasaan Belanda jatuh ke tangan Jepang.

Berikut ini merupakan nama – nama kota di Indonesia yang berbeda pada masa kolonial, yuk kita simak!

Batavia

Jakarta = Batavia

Nama Batavia dipakai sejak tahun 1621 hingga tahun 1942, hingga kekuasaan Belanda jatuh ke tangan Jepang

Bengkul pada zaman dulu.

Bengkulu = Bencoolen

Nama Bencoolen digunakan sejak tahun 1685. Nama ini berasa dari kata “Cut Land” karena daerah ini adalah pecahan gempa bumi yang aktif pada waktu itu.

Foto Bukittinggi pada zaman dahulu

Bukittinggi = Fort De Kock

Nama Fort De Kock diambil dari nama Komandan Militer dan wakil gubernur jendral Hindia Belanda Baron Hendrik Markus de Kock.

Foto Banda Aceh pada zaman dulu

Banda Aceh = Koetaradja

Nama Koetaradja sudah digunakan oleh wilayah ini sebelum akhirnya berganti nama menjadi Aceh Darussalam pada tahun 1511.

Foto Merak pada zaman dahulu

Merak = Sint-Nicolaas Punt

Pada masa kolonial Belanda, daerah Merak, Banten dikenal dengan nama Sint- Nicolas Punt

Lampung pada masa kolonial.

Bandar Lampung = Oosthaven

Kota yang memiliki luas 197,2 Km2 ini awalnya dikenal oleh masyarakat dengan nama Oosthaven pada masa colonial Belanda.

Ambarawa pada zaman dulu

Ambarawa = Fort Williem I

Nama Fort Willem 1 adalah nama kota yang kini dikenal dengan nama Ambarawa. Nama tersebut kini dikenal sebagai ‘sebuah benteng’.

 Unik banget kan sahabat Zeru! Jadi makin bangga sebagai warga negara Indonesia!