MILZERU – International Women's Day atau Hari Perempuan Internasional diperingati  setiap tanggal 8 Maret. Dimana pada hari peringatanya berisi berbagai seruan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. UN Women  yang dikenal sebagai entitas PBB yang bekerja untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak perempuan tahun ini mengusung tema "Perempuan dalam Kepemimpinan: Mencapai Masa Depan yang Setara di Dunia Covid-19".

Tema tersebut diangkat Tema ini diangkat sebagai perayaan atas upaya luar biasa perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia dalam membentuk masa depan dan pemulihan yang lebih setara semasa pandemi Covid-19. Peringatan ini juga sekaligus menyoroti kesenjangan gender yang sampai saat ini masih tetap ada.

Cara Perempuan berjuang di tengah Pandemi

DI tengah masa pandemi COVID-19 ada berbagai macam cara perempuan menghadapinya. Perempuan jugaikut serta berada di garis depan untuk melawan, dengan berperan di bidangkesehatan, ilmuwan, dokter, dan juga perawat. Salahsatu tokoh perempuan yang juga membuktikan peran kepemimpinannya adalah Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. Berkat keberhasilanya dalam memimpin negaranya alhasil Selandia Baru pun dinobatkan sebagai negara dengan penanganan pandemi Covid-19 terbaik versi Covid Performance Index. Sayangnya, kenyataan bahwa pekerja perempuan masih  saja dibayar 11 persen lebih rendah secara global dibandingkan dengan para pekerja laki-laki. Hasil analisis dari tim tugas Covid-19 dari 87 negara menemukan hanya 3,5 persen dari mereka yang memiliki kesetaraan gender.  

 

Mengenal Sejarah

Hari Perempuan Internasional diresmikan pada tahun 1977 oleh PBB dengan Tema pertama yang diusung  "Merayakan masa lalu, Merencanakan Masa Depan". Tujuan diadakanya hari tersebut tidak lain  untuk memperjuangkan hak perempuan yang masih menjadi masalah hingga saat ini. dikutip dalam situs Perserikatan Bangsa-Bangsa peringatan Hari Perempuan Sedunia ini dilakukan pertama kali pada 28 Februari 1909 di New York, Amerika Serikat. Sejarah Hari Perempuan Internasional berawal pada 1908, ketika 15.000 wanita berbaris di New York City beramai-ramai menuntut jam kerja yang lebih cepat dengan gaji yang lebih baik dan hak untuk memilih. Kemudian Ide untuk membuat hari internasional datang dari seorang wanita bernama Clara Zetkin pada 1910, Melalui  Konferensi Internasional Wanita Pekerja di Kopenhagen yang dihadiri 100 wanita dari 17 negara. Akhirnya, mereka pun menyetujui ide usulan Clara. Berikutnya, Hari Perempuan pertama kali dirayakan pada 1911, di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss.

UN Women juga menegaskan bahwa 

wanita tidak lagi mengambil kursi belakang untuk menunggu kesetaraan.
 Wanita harus mematahkan penghalang, menghancurkan stereotip, mengganggu sistem berbicara untuk kesetaraan menuntut keadilan memperjuangkan hak asasi manusia. Hal itu lah yang menjadi bahan inspirasi UN Women setiap harinya.  Hingga sekarang, Hari Perempuan Internasional masih terus diperingati, dengan mengangkat bahasan tema berbeda-beda disesuaikan dengan kadaan dan keresahan zamanya. 

Tim Milzeru.com mengucapkan Selamat Hari Perempuan Sedunia 2021. Semoga harapan terbaik terkait dengan adanya keseteraan gender demi mewujudkan perdamaian dunia.