MILZERU – Hasil Liga Champion tadi malam antara Bayern Munchen vs PSG berakhir dengan skor 2-3 lewat brace Kylian Mbappe. Pertandingan leg pertama 8 besar UCL 2020/2021 lainnya pada Kamis, 8 April 2021 antara Porto vs Chelsea ditutup 0-2 untuk keunggulan pasukan Thomas Tuchel.

Bayern Munchen yang tidak pernah tumbang di Liga Champions sejak Maret 2019 lawan Liverpool (menang 18 kali dan seri sekali) akhirnya jatuh juga. Justru ketika bermain di kandang sendiri, Allianz Arena, sang juara bertahan ambruk lawan tim yang mereka kalahkan di final UCL musim lalu.

Sementara itu, Chelsea yang sempat hancur di EPL ketika ditaklukkan West Bromwich Albion 2-3, bangkit pada waktu yang tepat dengan memukul Porto 0-2 di Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. Kiper The Blues, Edouard Mendy lagi-lagi mampu clean sheet, dengan total 10 kali tidak kebobolan dalam sebuah laga sejak Tuchel memimpin kubu Stamford Bridge.

Bayern Munchen 2 – 3 PSG

Bertemu dengan Bayern Munchen dalam laga yang disebut final yang terlalu pagi, PSG tidak butuh waktu untuk mencetak gol. Menit ketiga laga berjalan, Kylian Mbappe sudah merobek gawang Manuerl Neuer. Mendapatkan bola dari Neymar, ia melepaskan drive yang melewati kedua kaki Neuer.

 

Bayern Munchen menggempur pertahanan PSG. Namun, peluang Thomas Muller (9') terlalu lemah untuk kiper tim tamu, Keylor Navas. Berselang 3 menit, klub Paris mencetak gol kedua melalui Julian Draxler, tetapi dianulir wasit karena Mbappe terlebih dahulu terjebak offside.

Die Roten tampak kehilangan ketajaman tanpa Robert Lewandowski yang cedera. Sebaliknya, PSG bermain efektif. Menit 28, umpan silang Neymar diselesaikan Marquinhos. Namun, bek tengah asal Brasil kemudian mesti ditarik keluar karena cedera. Sebagai ganti, Ander Herrera masuk (30').

8 menit jelang turun minum, Bayern baru bisa membalas. Eric Maxim Choupo-Moting yang musim lalu masih berseragam PSG, menanduk bola kiriman Benjamin Pavard. Tuan rumah mengejar momentum, tetapi percobaan David Alaba (52') dan Pavard (53') masih bisa dibendung Navas.

Gol penyama kedudukan datang kala laga berjalan 1 jam. Dari skema tendangan bebas, Joshua Kimmich mengirim umpan silang yang ditanduk Thomas Muller. Namun, justru tak lama berselang, Mbappe kembali menunjukkan kebintangannya.

Menit 68, dari skema serangan balik, umpan Angel Di Maria diambil Kylian Mbappe. Sang penyerang Perancis berlari melewati Jerome Boateng sebelum melepaskan tembakan kaki kanan mengoyak gawang Neuer.

Jika di leg pertama 16 besar Mbappe mencetak hattrick di Camp Nou, kini dalam leg pertama perempat final Liga Champions, ia mengemas brace di Allianz Arena. Setelah Barcelona, giliran Bayern yang ditaklukkan oleh performa brilian sang bintang internasional Perancis.

Semua peluang Bayern Munchen hingga ujung pertandingan sia-sia. Dengan penguasaan bola hingga 63 persen, Die Roten melepaskan 21 tembakan (12 tepat sasaran). Sebaliknya, PSG hanya punya 6 kesempatan, tetapi 5 di antaranya mengarah gawang. Ketajaman jadi pembeda akhir yang mengancam nasib juara bertahan.

Untuk bisa lolos ke semifinal Liga Champions, Bayern Munchen mesti menang 3-4 atas PSG di Parc des Princes. Dengan cara demikian, Die Roten akan unggul produktivitas gol. Namun, saat ini sang juara bertahan tampak sulit melakukannya.

 

Porto 0 – 2 Chelsea

Di Ramon Sanchez-Pizjuan, Chelsea menunjukkan pertahanan solid untuk merasakan clean sheet ketujuh dalam 9 pertandingan kompetisi Eropa musim ini. The Blues sepanjang pertandingan harus menerima 12 tembakan Porto, 5 di antaranya tepat sasaran. Namun, 3 bek sejajar yang dipilih Tuchel tampil gemilang.

Kiper Edouard Mendy bahkan mendapatkan rapor 8,3 dan terpilih sebagai man of the match versi Whoscored. Salah satu alasannya adalah ketika ia menghalau tandukan bek tengah Porto, Pepe, dan pemain depan Moussa Marega.

Gol pembuka Chelsea dicetak Mason Mount pada menit 32. Menerima umpan Jorginho, sang gelandang muda Inggris menaklukkan kiper Agustin Marchesin dengan tembakan datar.

Lima menit jelang bubaran, Ben Chilwell memperlebar jarak setelah tembakan pemain pengganti Christian Pulisic membentur mistar. Dengan skor 0-2 seperti ini, langkah Chelsea di leg kedua tampak mudah. Mereka bisa kalah dengan selisih 1 gol, dan tetap berhak melaju ke semifinal UCL. Sebaliknya, Porto mesti menang 1-3 atau skor 3 gol ke atas.