MILZERU – Malam Lailatur qadar memiliki keistimewaan karena merupakan malam dicatatnua takdir tahunan seseoranh yang behibungan dengan segala kehidupannya. Simak untuk mengetahui lebih lengkap keistimewaan malam lailatul qadar!

Ramadan tidak hanya istimewa karena limpahan berkah yang dimilikinya. Namun Ramadan juga merupakan bulan yang teristimewakan karena banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di dalamnya. Salah satunya yaitu lailatul qadar.

Merupakan malam 1000 bulan

Malam lailatul qadar atau malam 1000 bulan adalah malam yang dirindukan dan sangat diharapkan umat muslim di bulan Ramadan.

Siapa yang merasakannya niscaya akan mendapat ganjaran pahala seperti salat selama 1000 bulan.

Malam lailatur qadar dipercaya hanya ada di 10 malam terakhir Ramadan dan disebut-sebut jatuh pada setiap tanggal ganjil Ramadan.

Apa itu lailatul qadar? Mengapa ia begitu istimewa?

Lailatul qadar bisa disebut sebagai icon khas bulan Ramadan karena kita tidak akan menemuinya selain pada bulan ini. Lailatul qadar juga disebut-sebut sebagai salah satu malam yang kebaikannya melebihi malam seribu bulan.

Dan tahukah kamu apakah Lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. al-Qadar : 2-3)

Imam al-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan ‘lebih baik dari seribu bulan’ adalah segala amalan, puasa, qiyam (salat malam) yang dilakukan pada malam ini lebih baik daripada amalan yang dilakukan selama seribu bulan.

Malam dosa kita diampuni hingga dicatatnya takdir tahunan seseorang

Pada malam ini, al-Qur’an diturunkan ke langit dunia. Selain itu, malaikat-malaikat juga turun dengan membawa keberkahan. Orang yang mau meramaikan malam tersebut dengan ibadah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.


Lailatul qadar juga merupakan malam dicatatnya takdir tahunan seseorang, yaitu segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezeki, untung baik, untung buruk dan sebagainya.

Demikianlah istimewanya lailatul qadar yang hanya bisa kita temui di bulan Ramadan. Oleh karena itu para ulama sering menyeru untuk gencar beribadah dan berharap akan mendapatkan malam nan mulia ini, terlebih di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Hal ini tak lain agar kita bisa mendapatkan manisnya malam yang penuh dengan keberkahan ini.