MILZERU – WhatsApp GB viral dan membuat heboh dunia maya. Menariknya meski pertimbangan utama adalah karena aplikasi ilegal itu dapat mengganggu fitur privasi pemakai aplikasi resmi, ternyata ejekan justru bermula dari kicauan guyonan.

Akun @bertanyaarl memposting sebuah kicauan soal stereotipe perbedaan pengguna WhatsApp normal dan WhatsApp GB. “Tanya arl punya temen yang pake WA GB, rata-rata kek gitu orang,” tulis akun itu sembari menyematkankan perbedaan penggunanya.

Tidak disangka, kicauan itu ditanggapi dengan serius oleh warga Twitter. Bahkan Selasa (17 Mei) pukul 16.00 sudah dicuitkan lebih dari 11.000 kali. Sebagian dari mereka mengungkapkan kekhawatiran mereka sebagai pengguna WhatsApp normal bahwa WA GB bisa menganggu fitur privasi mereka.

Jadi apa sih WhatsApp GB?

Melansir Kumparan. WhatsApp GB adalah aplikasi WA non-remsi alias ilegal. Pastinya, aplikasi ini bukan dibuat oleh WhatsApp dan tidak tersedia di app store resmi seperti Google Play Store atau App Store.

Para pemakai aplikasi ini harus mendownload aplikasi dari toko aplikasi non-resmi dalam bentu APK. Singkatnya, WA GB ini sejenis dengan aplikasi modifikasi atau mod. WhatsApp GB sendiri dikembangkan oleh salah satu member seniour forum XDA Developers (tempat para pengembang berbagi aplikasi dan mod yang dibuat).

Secara resmi, sebenarnya sang pengembang menyebut aplikasi itu sebagai GB WhatsApp. Sama seperti aplikasi mod pada umumnya, aplikasi ini menawarkan sejumlah fitur mod yang tidak tersedia pada aplikasi resmi. 

Berikut beberapa di antaranya ;

Menyembunyikan lasteen, pesan yang dikirim, dan tanda di baca

Menggunakan nama grup sampai 35 karakter

Status dengan maksimal 255 karakter

Broadcast pesan sampai ke 600 orang

Mengelompokan chat dengan orang dan grup

Mengingat ilegal, sebenarnya penggunaan aplikasi ini sudah dilarang oleh pihak resmi aplikasi WhatsApp. 

“Aplikasi yang tidak didukung, seperti WhatsApp Plus, GB WhatsApp, atau aplikasi yang mengklaim dapat memindahkan chat WhatsApp antar telepon, adalah versi WhatsApp yang sudah diubah. Aplikasi pesan tidak resmi ini dikembangkan oleh pihak ketiga dan melanggar Ketentuan Layanan kami. WhatsApp tidak mendukung aplikasi pihak ketiga ini karena kami tidak dapat memvalidasi praktik keamanannya,” jelas WhatsApp lewat situs resminya.

Ini alasanya kenapa WhatsApp GB jadi masalah dan berbahaya

Salah satu kekhawatiran utama para pengguna resmi terhadap aplikasi mod ini sangatlah dapat dipahami. Pasalnya pada aplikasi resmi, berbagai fitur pilihan untuk mengatur privasi sudah tersedia, mulai dari mematikan keterangan last seen, sampai menghapus chat. Namun, fitur itu seolah tidak berguna saat pengguna WA GB justru dapat mengkases informasi tersebut.

Sementara itu, pengguna GB juga seharusnya khawatir dengan kemananan data pribadi mereka. Sebab, aplikasi mod dikenal kerap kali disalahgunakan hacker lewat modus operandi MITM alias man in the middle. Di mana mereka dapat dengan mudah mengambil alih akun dan informasi pengguna.

Umumnya serangan MITM terjadi saat ada hacker yang berada di tengah dua server dan kemudian memotong traffic percakapan. Hal itu menjadi mungkin karena aplikasi mod tidak terenkripsi secara end-t0-end karena server yang dipakai adalah non-resmi.

Saat itulah hacker dapat menguping, mencegat komunikasi, serta mencuri informasi. Dalam kasus WA GB, si peretas dapat mengaksesnya lewat chat.

Pengembang awal WA GB mengaku sudah menghentikan pengembangan aplikasi WA GB

Lebih mengerikannya lagi, dalam sebuah postingan di XDA Developers, member senior dari tim pengembang awal dengan user name xSyalla mengaku sudah lama menghentikan pengembangan aplikasi tersebut. Bahkan hal itu sudah diumumkan sejak 2018 lalu.

Itu berarti, besar kemungkinan WA GB yang tersedia di internet saat ini dikembangkan oleh pengembang yang tidak jelas. “Seperti yang diketahui semua orang, GBTeam benar-benar menghentikan pengembangan. Jadi jika ada pengembang lain yang akan mengedit dan merilis mod tersebut, mohon jangan menyebutkan nama GBTeam pada mod itu,” tulis xSylaa, 17 Agustus 2018.