MILZERU – Sejak membintangi Train to Busan, Gong Yoo kembali ke dunia hiburan lewat film Kim Ji Young:Born 1982 (2019). Apa spesialnya film ini? Film yang diangkat dari novel laris ini sebenarnya cukup banyak diperdebatkan di negara asalnya, Korea Selatan. Bahkan beberapa selebriti wanita yang membaca buku ini juga turut menjadi bulan-bulanan netizen. 

Film keluarga yang berfokus pada perjuangan seorang wanita dan mengangkat isu feminisme, hal yang masih cukup sensitif di kehidupan patriarki seperti Korea Selatan ini bisa jadi rekomendasi film dan buku yang wajib kalian tonton dan baca nantinya. Sebelum filmnya tayang dan sebelum ada terjemahan bukunya di Indonesia, yuk cari tahu beberapa fakta menarik tentang buku kontroversial ini yang dirangkum MILZERU

Ditulis dalam waktu hanya dua bulan

Sumber:Koreatimes

Novel fiksi karya Cho Nam joo, yang sebelumnya juga berprofesi sebagai penulis naskah untuk salah satu stasiun televisi di Korea Selatan ini hanya dibuat dalam kurun waktu dua bulan. Cho mengatakan bahwa kehidupan Kim Ji Young tidak jauh berbeda darinya, sehingga dia bisa dengan mudah dan cepat menulis tanpa perlu banyak persiapan.

Novel yang di publikasikan tahun 2016 ini menjadi novel pertama dengan penjualan terbaik setelah berhasil terjual lebih dari satu juta kopi. 

Sinopsis novel

sumber:Korea Jongang Daily

Novel ini menceritakan kisah hidup Kim Ji Young, seorang wanita di usia 30an yang kehilangan kesehatan jiwanya usai menjadi seorang ibu. Seperti namanya yang umum, sosok ini juga jauh dari kata luar biasa. Dan hampir seperti sebagian besar wanita Korea yang lahir di era 80an, Kim Ji Young juga masuk universitas, bekerja, menikah dan menjadi ibu rumah tangga. 

Ada bagian tertentu dalam film ini yang menjadikannya begitu sensitif akan isu feminisme. Seperti seksisme yang diterima Kim Ji Young sejak muda, sebagai anak-anak dia dirundung oleh teman-teman pria di kelasnya, saat dia mencoba mengadukan hal ini, gurunya justru dengan ringan menjawab bahwa,"pria cenderung mengganggu gadis yang dia suka."

Kemudian saat menjalani wawancara pekerjaan, Kim Ji Young diberi pertanyaan jika dia dilecehkan di tempat kerja. Dan karena takut tidak mendapat pekerjaan itu, akhirnya dia menjawab,"Aku akan mencoba meninggalkan situasi itu 'dengan alami' seperti pergi ke toilet."

Setelah hamil, dia seperti sengaja dipaksa untuk keluar dari pekerjaan, meski suaminya tidak bisa menyediakan kebutuhan untuk anak, bahkan di tempat umum juga sulit mendapat tempat duduk bagi ibu hamil. Setelah menjadi ibu, orang menyebutnya 'momchung' istilah untuk menggambarkan seorang ibu yang tinggal di rumah dan mengeksploitasi suami mereka. Sejak saat itu Ji Young mulai mengalami gangguan jiwa dan mulai menerima perawatan medis. 

Dukungan dari politisi pria

Sumber:KoreaHerald

Terlepas dari kontroversinya, buku ini cukup terkenal di kalangan politikus, terutama politikus pria. Roh Hoe chan, dari Partai Keadilan menghadiahkan buku ini pada Presiden Moon Jae In, memintanya untuk lebih memperhatikan wanita di usia 30an yang mendapat pengalaman seperti yang diceritakan dalam novel. 

Ada versi lain untuk mengolok novel 

Sumber: Korea Herald

Sebuah proyek buku berjudul Kim Ji Hun Born in 1990, merupakan bentuk parodi atas novel Cho, berkisah tentang sosok pria yang lahir di tahun 1990 dan menunjukkan diskriminasi kebalikan dari yang dihadapi pria Korea pada umumnya. 

Pria Korea usia 20an merasa bahwa mereka kerap menjadi subyek seksisme, seperti tugas wajib militer yang hanya dikenakan pada pria, kemudian ketika menikah dan dibebankan biaya pernikahan. 

Irene Red Velvet menjadi korban bully karena membaca buku ini

Irene Red Velvet

Irene menjadi selebriti wanita pertama yang tak menyangka bahwa tindakannya membaca buku ini justru menjadikannya target kemarahan netizen pria. Beberapa penggemar bahkan bertindak berlebihan dengan membakar dan merusak foto dari Irene. Dianggap sebagai seorang feminis, banyak penggemar yang akhirnya memilih untuk tidak lagi menjadikan Irene sebagai idola. 

Sementara komedian dan presenter Yoo Jae Suk yang juga membaca buku serta merekomendasikan buku ini tidak mendapat kritik baik dari kalangan selebriti ataupun masyarakat. 

Sumber artikel asli