MILZERU – Greta Thunberg tengah menjadi sorotan masyarakat karena telah menjadi salah satu orang yang berpengaruh terhadap perubahan iklim. Meskipun usianya masih remaja, Greta telah menjadi sosok wanita yang cerdas dan berani untuk menyuarakan pendapatnya.

Hari ini, nama Greta Thunberg berada di jajaran teratas trending Google. Dilansir dari NBC News pada 12 Desember 2019, Greta dinobatkan sebagai Person of the Year majalah Time di tahun 2019. Yuk intip bagaimana kisah Greta Thunberg!

Dinobatkan Sebagai Person of The Year

Sumber foto: times.com

Greta Thunberg telah menjadi sosok yang cerdas karena aktif dalam menyuarakan kesadaran global untuk perubahan iklim dan aktivisme lingkungan. Di usianya yang masih 16 tahun, ia adalah orang termuda pertama yang pernah dinobatkan sebagai Person of The Year menurut Time.

"Dia (Greta) menjadi suara terbesar dalam masalah yang dihadapi planet ini di tahun ini. Dia datang untuk memimpin gerakan di seluruh dunia," ujar Pemimpin Redaksi Time, Edward Felsenthal.

Greta memang pantas mendapatkan gelar itu, karena diusianya yang masih 15 tahun ia berani mengambil tindakan positif untuk menyuarakan perubahan iklim. Tak hanya itu, ia juga berani untuk berdebat dengan orang dewasa mengenai masalah krisis lingkungan.

Menyuarakan Mogok Sekolah

Sumber foto: cnbc.com

Greta menjadi salah satu aktivis perubahan iklim yang dikenal oleh dunia. Di usianya yang masih 15 tahun, dia juga berani untuk mengorganisir pemogokan sekolah dan pawai protes agar menarik perhatian pada krisis iklim. Greta juga berpikir bahwa generasi yang lebih tua tidak cukup serius untuk menanggapi masalah perubahan iklim.

Kala itu, ia mengangkat sebuah tulisan tangan yang mampu menarik perhatian publik. "Pemogokan sekolah untuk iklim," tulis Greta dalam sebuah poster. Sontak saja, momentum itu dengan cepat menyebar di seluruh dunia dan banyak komentar positif dari masyarakat.

Menurut Edward, aksi heroiknya itu membuat jutaan orang di 150 negara mulai bersemangat untuk bertindak positif bagi planet ini. “Orang-orang muda menuntut perubahan dan mulai mendesak. Dia (Greta) mewujudkan aktivisme kaum muda," ujar Pemimpin Redaksi majalah Time itu.

Greta Memiliki Karakter Luar Biasa

Sumber foto: forbes.com

Menurut NBC News, Greta memiliki sindrom Asperger atau gangguan saraf yang tergolong kedalam gangguan spektrum autisme. Di usianya yang masih 8 tahun, Greta telah belajar mengenai masalah lingkungan. Hal itu langsung membuat Greta khawatir bahkan depresi.

Gadis asal Swedia itu juga mulai berhenti untuk makan daging dan tidak berpergian dengan pesawat terbang. Alasan Greta tidak menggunakan pesawat terbang karena untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh pesawat.

Di bulan Oktober lalu, Greta pernah mendapatkan kehormatan lain yaitu penghargaan lingkungan pada upacara Stockholm. Namun, Greta menolaknya dan mengatakan bahwa pergerakan iklim tidak membutuhkan penghargaan.

Pidato Greta Buat Orang Tersentuh

Greta hari ini sedang berada di Madrid dan dia menyampaikan pidato mengenai iklim di sebuah konferensi. Dengan suara yang lembut namun tegas, Greta mampu menghipnotis hadirin dengan pidatonya. 

"Yah, aku bilang ada harapan. Aku sudah melihatnya. Tapi itu tidak datang dari pemerintah atau perusahaan. Itu berasal dari rakyat,” ujar Greta dilansir dari Npr.

Selain itu, Greta juga memberikan semangat dan kata-kata motivasi dalam pidatonya. “Kita membutuhkan keseimbangan antara optimisme dan kemarahan. Kita perlu optimisme untuk terus maju dan tidak menyerah, kita juga perlu kemarahan untuk bisa melangkah keluar dari zona nyaman," ujar Greta.

Sumber artikel asli