MILZERU – Kantor polisi Distrik Gyeonggi, Seongnam, Seoul mengumumkan hasil autopsi , yang ditemukan tewas di rumahnya pada Oktober 2019 lalu.

Dari hasil autopsi tersebut diketahui bahwa kematian Sulli tidak ada kaitannya dengan dugaan pembunuhan atau konsumsi obat terlarang.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kematian penyanyi itu terjadi beberapa jam menjelang tengah malam, sebelum kasusnya dilaporkan keesokan harinya.

Dilansir dari Kpop Starz, Kamis, 12 Desember 2019, pemeriksaan toksikologi terhadap Sulli juga tidak menemukan hal yang janggal. Kasus ini diperkirakan akan berakhir setelah hasil autopsi telah diajukan.

Sulli, yang memiliki nama asli Choi Jin Ri, ditemukan tewas di kediamannya pada 14 Oktober 2019 sekitar pukul 15.21 waktu setempat oleh managernya. Sang manajer khawatir karena dia tidak dapat menghubungi Sulli setelah percakapan telepon terakhir mereka di malam sebelumnya.

Sebelumnya dikatakan Sulli ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, polisi mencurigai bahwa penyanyi itu mungkin meninggal karena bunuh diri.  

"Choi sepertinya tinggal sendirian di rumah. Sepertinya dia mengambil nyawanya sendiri," kata seorang pejabat polisi saat itu.

Sulli dilaporkan menjadi korban cyberbullying dan sebelumnya berbicara secara terbuka tentang penyakit fisik dan mental yang dideritanya, setelah komentar dan rumor jahat beredar tentang dirinya secara online.

Pada Juli 2014, ia mengambil cuti setelah menderita sakit perut yang berhubungan dengan stres.

Tidak lama setelah kematiannya, otoritas Korea dilaporkan baru berkomitmen untuk melakukan pemberantasan dan pencegahan teror cyber dan komentar jahat, yang mencemarkan nama baik dan mencoreng reputasi artis K-Pop."

Sulli, mantan anggota girlband K-pop f(x), lahir di Busan, Korea Selatan, dan pertama kali menjadi populer di Korea Selatan sebagai aktris dalam drama televisi Ballad of Seodong.

Kematian Sulli disusul oleh meninggalnya bintang muda K-Pop lainnya, Goo Hara yang berusia 28 tahun. Ia ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Cheongdam Seoul bulan November 2019 lalu.

Polisi merilis pernyataan yang menyatakan tidak ada kecurigaan terjadinya kejahatan. Ditemukan pula catatan yang ditulis oleh Hara di ruang tamun rumahya. Hingga saat ini isi catatan belum terungkap.

Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.

Sumber artikel asli