MILZERU – Pentolan grup band ternama Linkin Park, Mike Shinoda baru saja menggelar konser bertajuk Post Traumatic di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Konser yang diselenggarakan pada tanggal 4 September 2019 itu berlangsung selama kurang lebih dua jam lamanya.

Tajuk Post Traumatic diambil dari nama album terbaru Mike. Konser ini juga digelar dalam rangka mempromosikan album terbarunya itu.

IDon Broco menjadi band pembuka dalam konser Mike di Jakarta. Setelah itu, Mike naik ke atas panggung. Kalimat pertama yang diucapkan Mike di atas panggung adalah “terima kasih” dalam bahasa Indonesia.

Hal itu tentu saja memancing tepuk tangan dan teriakan dari para penonton. Lagu yang berjudul Welcome menjadi lagu pertamanya. Kemudian dilanjutkan dengan lagu Watching As I Fall dan Come For Me.

Sebelum melantunkan lagu keempat, Make It Up As I Go, Mike terlebih dahulu mengatakan bahwa album Post Traumatic merupakan album yang ia tulis dengan sepenuh hati yang melibatkan perasaan dan pemikirannya.

“Album ini adalah salah satu album yang maknanya buat aku ini adalah diary untuk menumpahkan perasaan dan pemikiranku di setiap lagu,” kata Mike di atas panggung.

Dalam konser yang digelar selama kurang lebih dua jam itu, Mike membawakan lebih dari 20 lagu yang terdiri dari lagu-lagunya dan juga lagu-lagu milik Linkin Park seperti Castle of Glass dan Iridescent.

Di tengah-tengah konser, Mike tidak hanya menyapa para penonton yang dari Indonesia saja, tetapi juga para penonton yang datang jauh-jauh dari India dan Malaysia. Pria berusia 42 tahun itu merasa sangat bangga dengan kehadiran mereka.

"Tenang teman-teman. Ada yang dari India? Tepuk tangan untuk mereka! Ada juga yang dari Malaysia. Kalian semua keren. Aku senang sekali berada di sini, kalian supportive sekali,” ucap Mike.

Suasana sempat menjadi sendu ketika menjelang akhir konser, Mike yang mengenakan baju berwarna putih itu mengenang sahabatnya, sang vokalis Linkin Park, Chester Bennington. Seperti yang sudah diketahui, Chester telah meninggal dunia pada tahun 2017 lalu akibat gantung diri.

Mike bercerita tentang salah satu pengalaman tak terlupakannya ketika menciptakan lagu Linkin Park yang berjudul Waiting For The End. Lagu itu diciptakan Mike bersama dengan Chester. Penonton pun ikut bertepuk tangan ketika dengan haru Mike menceritakan hal tersebut.

"Saat menulis lagu ini, aku tulis part drumnya dan Chester mengirimiku teks dan audio. Aku mainkan beat drumnya dan ia menyanyikan lirik ini,” ucap Mike.

Setelah itu, suasana pun mulai ceria kembali ketika Mike membawakan single hits milik Linkin Park yang lain, seperti Numb, In The End, dan Heavy. Kejutan dari Mike pun terjadi ketika ia membawakan lagu terakhirnya yang berjudul Papercut.

Ketika membawakan lagu tersebut, Mike tidak segan-segan turun dari atas panggung dan mendatangi kerumunan penonton. Mike berusaha menyalami dan bahkan memeluk para penonton yang panik dan berteriak ketika idola mereka datang menghampiri. Seorang penggemar pun tampak memberikan topi dan langsung dipakai oleh Mike.

Sumber artikel asli