MILZERU –  Akibat merebaknya virus Corona yang baru – baru ini terjadi pada 2 WNI di Kota Depok. Pihak MRT Jakarta mengeluarkan larangan masuk untuk penumpang yang menunjukan gejala demam. PT MRT Jakarta akan memeriksa kondisi tubuh penumpang di setiap area pintu masuk stasiun, lalu melarang masuk penumpang dengan gejala demam tinggi.

Dilansir dari Antaranews, pesan tersebut disampaikan langsung oleh Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin.

“Staf stasiun MRT Jakarta akan menerapkan pemeriksaan suhu badan penumpang yang akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat” ujar Kamaludin dalam wawancara resminya di Jakarta, Senin (2/3).

Dia juga menambahkan, pemeriksaan tubuh tersebut akan dilakukan di seluruh area pintu masuk MRT

“Bagi penumpang yang menunjukan gejala demam tinggi tidak diperbolehkan masuk ke area stasiun MRT Jakarta”, kata Kamaludin menambahkan.

MRT Jakarta secara resmi mengeluarkan peraturan direksi khusus untuk prosedur penanganan dan pencegahan terhadap penyebaran virus Corona baru atau COVID-19.

Bukan hanya itu, Dalam pertemuan antara Direktur Operasi dan pemeliharaan dengan kepala Dinas Kesehatan , MRT Jakarta telah berkoordinasi dengan Pihak terkait untuk membahas peraturan ini lebih lanjut

MRT Jakarta

Sementara itu Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga menghimbau kepada Masyarakat agar melaporkan ke fasilitas kesehatan bila mengalami atau menemukan gejala virus corona, ia juga menambahkan, kasus merebaknya virus Corona ini jangan disepelekan, karena meskipun gejalanya kecil akan berakibat besar jika dispelekan.

"Jangan anggap enteng bila merasakan gejala. Lebih baik lapor, datangi fasilitas kesehatan, daripada dianggap enteng dan di kemudian hari ditemukan yang tidak kita inginkan," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta (2/3).

Gubernur Anies Baswedan juga sudah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh tim kesra, tim tersebut beranggotakan Dinas Kesehatan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Ekonomi kreatif, Biro Perekonomian, serta Dinas Kominfotik. 

Sebelumnya Publik sempat dibuat heboh ketika 2 WNI Positif Corona di Kota Depok. Presiden Joko Widodo mengumumkan langsung melalui siaran pers bahwa, WNI Tersebut terjangkit setelah melakukan kontak fsik dengan WN Jepang yang kini juga positif Virus corona.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto  menyebutkan, bahwa 2 WNI Positif Corona tersebut merupakan ibu dan anak, masing – masing berusia 64 sampai 31 tahun. Keduanya merupakan warga Depok yang saat ini sudah dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Wali Kota Depok Muhammad Idris juga menyebutkan bahwa sudah ada 50 orang warga kota Depok yang terindikasi terjangkit virus Corona, mereka diduga melakukan kontak langsung terhadap Ibu dan anak yang positif Corona, namun hingga saat ini pihaknya masih mencari keberadaan mereka.