MILZERU – Kali ini, Milzeru mau mengumpulkan sobat yang menjadi anak pertama. Siapa di antara kalian yang terlahir sebagai anak pertama? Menjadi anak sulung adalah sesuatu yang cukup berat untuk dijalani. Kenapa? Jika dilahirkan menjadi anak pertama, tentunya secara tidak langsung kita menjadi tumpuan harapan utama orang tua. 

Menjadi anak sulung sebenarnya ada keuntungan tersendiri. Gimana nggak, mereka mendapatkan banyak pelajaran penting untuk kehidupan seperti kasih sayang dan kesabaran sejak masih kecil. Meski begitu, jadi anak pertama juga nggak selalu seru dan menyenangkan, karena ada banyak hal lain yang pasti kamu alami. Salah satunya gak perlu bersedih kalau kamu sering mengalah dengan adik-adikmu. Jutsru kehadiranmu yang paling berkesan lho! 

Anak Pertama Pasti Pernah Merasakan 5 Hal Ini, Kamu Juga?

Yah, begitulah kehidupan nano nano menjadi anak sulung. Apalagi sih yang dirasakan? Berikut 5 perasaan ketika menjadi sulung?  

  1. Tumpuan Harapan Tertinggi

Ketika para adik-adiknya selalu menggerutu karena dibanding-bandingkan, berbeda dengan anak sulung yang justru merasa sebaliknya. Bagi anak pertama justru merasa terbebani. Yang terkadang takut tak bisa mencapai ekspektasi. Orang tua selalu menjadi anak pertama menjadi harapan tinggi untuk bisa dicontoh adik-adiknya. Padahal, disisi lain anak pertama masih dalam proses belajar dan salah adalah hal wajar. Tentunya membuat kita selalu bekerja keras, agar bisa membanggakan orang tua sekaligus dapat menjadi contoh yang baik untuk adik.

  1. Kuat Fisik dan Mental

Menjadi kuat bukan hanya untuk ukuran fisik ya, sobat, tetapi juga mental. Ketika sedang mengalami kesedihan misalnya, si sulung harus kuat, tegar, dan tetap semangat. Kenapa? Agar adiknya juga kuat. Jika seorang kaka gentar, si adik akan merasa bahwa orang yang menjadi panutannya selam ini lemah, sehingga memberikan dia peluang untuk meniru hal tersebut. Maka dari itu, tetaplah kuat wahai anak pertama! 

  1. Menggantikan peran orangtua

Seiring berjalannya waktu, orangtua semakin menua sehingga perannya akan tergantikan oleh anak-anaknya. Khususnya untuk anak sulung, harapan orang tua terhadap anak pertama sangatlah besar. Siapkah kamu menjalani kewajibanmu menggantikan peran orangtua? seperti mengurus adik, menjadi sosok pemimpin keluarga, dan mewujudkan mimpi kedua orang tua anaknya yang sukses? Amanat ini sangat berat lho tanggung jawabnya. Oleh sebab itu, untuk kamu yang berada di posisi anak pertama perlu menunjukkan sisi positif dan prestasimu untuk menjadi kebanggaan keluarga.

  1. Dewasa dalam Pemikiran

Dalam hal ini ukuran dewasa bukanlah dari usia, namun jika diposisi anak pertama, tuntutan untuk menjadi dewasa adalah wajib hukumnya. Kebanyakan anak sulung bisa membendung segala ego yang dimiliki untuk mengutamakan kebahagiaan adiknya. Pikirannya sering bercabang, antara pikiran tentang orang tua yang sibuk mencari uang dari pagi hingga sore dan ketika pulang masih meluangkan waktu untuk anak-anaknya. Dia membayangkan betapa lelah kedua orang tuanya sehingga membentuk perasaan mengerti dan paham didalam dirinya.

  1. Banyak yang Dikorbankan

Terkadang, sebagai anak paling tua juga berarti mengorbankan banyak hal. Misalnya berbagi barang kepunyaan yang diingkan adiknya. Bukan cuma itu saja, terkadang pengorbanannya juga bisa berupa menuruti kenginan adiknya, seperti harus menonton TV yang sesuai dengan film kesukaan adiknya. Dan seperti poin yang terjadi, kadang seorang kaka harus rela membatalkan jadwal bermain bersama teman-temanya karena harus menjaga adiknya. 

Anak Pertama Pasti Pernah Merasakan 5 Hal Ini, Kamu Juga?

Jadi, sekarang bisa dibayangkan betapa beratnya, bukan? Peran anak pertama di tengah keluarga itu penting, khususnya menjadi panutan bagi adik-adiknya. Namun menjadi anak tertua itu juga ada serunya juga. Seperti menjadi sosok yang teman berantem, idola dan pahlawan bagi adiknya. Siapa disini yang pernah merasakan menjadi sosok Superhero bagi adiknya saat diganggu oleh temannya? Wahai anak sulung, FIGHTING!!!