MILZERU –  Saat ini dunia sedang dihantui oleh persebaran virus mematikan, Yap! Corona Virus namanya. Apalagi di negara kita sendiri Indonesia, sudah ada dua kasus virus corona yang menimpa 2 orang, terdiri dari ibu dan anak di kota Depok. Salah satu dari mereka sebelumnya sempat berdansa dengan WN Jepang pengidap virus Corona. WN Jepang tersebut saat ini sudah dirawat di Malaysia, sedangkan WNI Ibu dan anak pengidap virus corona di rawat di RSPA Suroso Sulianti, Jakarta Utara.

Wabah virus corona sendiri saat ini sudah menginfeksi sekitar 90.932 orang di dunia. Dari jumlah tersebut, saat ini korban meninggal berjumlah 3119. dan sebanyak 2994 diantaranya berasal dari China. Virus Corona sendiri juga sudah menginfeksi 76 negara di dunia. 

Walaupun sudah banyak kasus orang yang sembuh dari Corona, hal itu masih menghantui sebagian masyarakat di dunia, apalagi diperparah dengan berita hoax coronavirus yang marak di media sosial. Hal ini justru malah memperkeruh situasi, dan tidak sedikit orang yang percaya dengan berita tersebut.

Salah satu dari berita hoax tersebut justru terdengar ‘nyeleneh’,seperti halnya  yang baru – baru ini ramai dibahas yakni kaitan Bir corona dan pemutih. Sebagian orang percaya bahwa mereka akan sembuh bila minum cairan tersebut, haduhhh... 

Beberapa berita palsu tersebut tidak hanya beredar di media sosial mainstream saja. Namun merambah ke aplikasi TikTok yang kini sedang digandrungi anak Milenial. Oleh karena itu World Health Organization (WHO), ikutan main TikTok agar mereka dapat menekan persebaran berita palsu tersebut dengan mengedukasi masyarakat tentang pencegahan virus Corona..

Demi Edukasi Publik, WHO Main TikTok, Ditengah Maraknya Hoax Corona

Dalam video tersebut, Benedetta Allegranzi, sebagai pimimpinan Teknis Bagian Pencegahan memulai video tersebut dengan memberikan informasi mengenai pencegahan virus Corona. seperti tindakan melindungi diri, dengan menutup hidung ketika bersin, serta menghindari kontak dengan orang yang menampakan gejala seperti demam. Sementara itu di bagian video kedua Dr. April Baller memberikan informasi mengenai cara mengunakan masker. ia juga berpesan agar tidak menyentuh bagian depan masker, bila terlanjur menyentuh, ada baiknya langsung cuci tangan.

Bukan hanya itu, di awal video kedua juga terdapat pesan bahwa masker hanya digunakan untuk orang yang sakit, jadi untuk kamu yang sehat tidak perlu menggunakan masker. 

Demi Edukasi Publik, WHO Main TikTok, Ditengah Maraknya Hoax Corona

Sebelumnya WHO telah menyebarkan infografik mengenai pencegahan virus Corona di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Tencent. WHO mengaku bahwa semua itu dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan peredaran berita Hoax Coronavirus, oleh karena itu WHO Main TikTok agar dapat menjangkau lebih jauh, khususnya anak muda yang demen main TikTok.  

Video ‘WHO main TikTok’ sendiri, masing – masing sudah dilihat sekitar 24.8 Juta viewers pada video pertama, dan 31.4 Juta Viewers pada video kedua. Bukan hanya WHO, organisasi kesehatan lainya seperti Palang Merah dan UNISEF juga mengedukasi anak milenial lewat aplikasi tersebut.