MILZERU – Biasanya dalam satu geng atau grup yang anggotanya cukup banyak, pasti akan ada satu atau dua orang yang terbilang toxic, bersikap acuh, sering memutarbalikkan fakta, tidak mau mendengarkan cerita teman-temannya, dan masih banyak lagi. Bersosialisasi memang sangat penting, tapi untuk menjadikan seseorang teman dekat itu harus dipilih-pilih ya gengs!

Kalian harus bisa membedakan mana teman yang worth it untuk diperjuangkan dan mana yang tidak pantas. Jika sudah memberi tahu apa yang kalian keluhkan tentang dirinya, tetapi dia tidak mau mendengar dan tidak mau membuat perubahan, maka dirinya memang tidak layak untuk diperjuangkan.

Toxic friendship membawa negative vibes

Jika kalian ingin menjauh dari teman-teman yang toxic, jauhkan dengan cara yang classy ya gengs, yaitu dengan cara tetap menyapanya atau senyum ketika bertemu. Kalian harus tetap bisa rendah hati, karena jika menjadi orang yang baik pasti lama kelamaan orang disekitar jadi bisa membandingkan orang yang membawa positive vibes dan orang yang membawa negative vibes yang bisa membuat mood kalian menjadi tidak bagus.

Teman yang baik adalah teman yang seharusnya bisa menjadi support system. Dia juga pasti mau grow up bersama-sama dan mau menerima kritik supaya bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik dan mencapai kesuksesan bersama. Tapi ingat ya gengs, walaupun kalian sudah tidak terjebak dalam ruang lingkup pertemanan yang toxic, bukan berarti bisa merasa diatas angin dan senang jika melihat ada sesuatu yang buruk terjadi ke teman yang toxic tersebut.

Toxic Friendship tidak layak untuk diperjuangkan

Kalian harus bisa menjadi manusia yang baik, tetap empati dan simpati, dan jangan sampai ada dendam yang akan menciptakan masalah baru untuk diri kalian sendiri. Menjadi manusia yang baik tidak ada salahnya loh gengs, karena jika kita menabur hal-hal baik pasti akan menuai hal yang baik juga.